ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau USD, Selasa (8/8/2026), kembali mengalami pelemahan, membalikkan penguatan yang berhasil dicatatkan pada hari sebelumnya. Mata uang Garuda dibuka di zona merah dan kembali menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Berdasarkan data dari berbagai sumber, rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp18.013 hingga Rp18.029 per dolar AS pada pagi hari, dengan pelemahan yang tercatat bervariasi antara 0,09% hingga 0,18%.
Pelemahan ini terutama didorong oleh menguatnya kembali dolar AS di pasar global. Penguatan dolar ini dipicu oleh rilis data aktivitas manufaktur AS, yaitu ISM Manufacturing PMI,. Ternyata lebih baik dari perkiraan pasar.
Data yang positif ini turut mendorong indeks dolar AS (DXY) untuk kembali bergerak di atas level psikologis 100, tepatnya ke posisi 100,001. Selain itu, ekspektasi pasar bahwa The Fed akan kembali mengetatkan kebijakan moneternya juga turut menopang greenback.
Baca Juga: Potret Inklusi dan Fenomena Kesenjangan Akses Perbankan di Jantung Jakarta
Di sisi domestik, sentimen dari data ekonomi juga memberikan sinyal yang beragam. Di satu sisi, laju inflasi yang semakin terkendali dinilai memberikan ruang positif bagi stabilitas rupiah. Namun, sentimen ini tertahan oleh kabar bahwa neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit, yang mencerminkan adanya tekanan pada sektor eksternal dan berpotensi membatasi penguatan rupiah.
Menghadapi kondisi ini, para analis memproyeksikan pergerakan rupiah akan cenderung fluktuatif dengan potensi pelemahan yang terbatas.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Sementara itu, Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi memprediksi kisaran yang lebih sempit, yaitu Rp17.990 hingga Rp18.040. Pelaku pasar saat ini cenderung bersikap wait and see sambil menantikan sejumlah data ekonomi penting lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri, yang akan dirilis sepanjang pekan ini.

