Asia Diramalkan Jadi Pusat Pertumbuhan dan Rantai Pasok Global

Ilustrasi kegiatan ekspor dan impor melalui pelabuhan peti kemas.(Antara)

ASIAWORLDVIEW – Perubahan lanskap global yang tengah berlangsung memang membuka peluang investasi baru yang harus disikapi dengan strategi matang. Asia kini bukan hanya pusat pertumbuhan ekonomi global, tetapi juga memainkan peran kunci dalam rantai pasok industri masa depan.

Produksi semikonduktor di Taiwan dan Korea Selatan menjadi fondasi penting bagi teknologi digital, sementara pasokan mineral kritis dari Indonesia seperti nikel, tembaga, dan bauksit semakin dibutuhkan untuk mendukung transisi energi, kendaraan listrik, serta infrastruktur hijau.

Hal itu diungkapkan Head of Investment & Insurance Products, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Djoko Sulistyo. Menurutnya, keputusan investasi saat ini perlu didasarkan pada tren struktural jangka panjang, bukan hanya sentimen pasar jangka pendek.

“Di tengah perubahan lanskap global, investor perlu melihat peluang secara lebih luas dengan mempertimbangkan kekuatan fundamental setiap kawasan. Saat ini kami melihat terdapat tiga kawasan utama yang menarik untuk dicermati, yaitu Amerika Serikat, Tiongkok, serta Asia termasuk Indonesia. Amerika Serikat masih menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI),” ia mengatakan dalam pemaparannya di Jakarta, baru-baru ini.

Baca Juga: Potret Inklusi dan Fenomena Kesenjangan Akses Perbankan di Jantung Jakarta

Keunggulan Indonesia terletak pada konsumsi domestik yang kuat dan ketergantungan ekspor yang relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara Asia lainnya, sehingga memberikan daya tahan ekonomi lebih baik terhadap gejolak eksternal. Dengan kombinasi sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik besar, dan posisi strategis dalam rantai pasok global, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat investasi yang semakin menarik di tengah dinamika ekonomi dunia.

“Tiongkok berhasil mengakselerasi pemanfaatan AI ke berbagai sektor industri sehingga meningkatkan produktivitas, sementara Asia, termasuk Indonesia, memperoleh manfaat dari pergeseran rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi regional. Sebagai mitra tepercaya dalam pengelolaan kekayaan, Bank DBS Indonesia terus menghadirkan insights regional dan panduan investasi agar nasabah dapat mengambil keputusan secara lebih percaya diri,” jelas Djoko.

Selain menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global, Asia juga memainkan peran strategis dalam rantai pasok industri masa depan, mulai dari produksi semikonduktor di Taiwan dan Korea Selatan hingga pasokan mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit dari Indonesia. Dengan konsumsi domestik yang kuat serta ketergantungan terhadap ekspor yang relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan, Indonesia dinilai memiliki daya tahan ekonomi yang lebih baik terhadap gejolak eksternal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *