IHSG Dibuka Menguat, Sentimen Global dan RDG BI Warnai Pergerakan

Ilustrasi pergerakan pasar saham.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (21/7/2026), dibuka menguat di level 6.273–6.280 , naik sekitar 0,62–0,78% dari penutupan sebelumnya di 6.231,78. Penguatan ini didorong oleh kombinasi aksi beli asing senilai Rp93–156 miliar, serta peningkatan saham unggulan di sektor perbankan, pertambangan, dan telekomunikasi.

Volume transaksi mencapai lebih dari 6 juta lot dengan nilai Rp325–368 triliun, menandakan tingginya partisipasi investor. Mayoritas sektor berada di zona hijau, memperkuat optimisme pasar sejak awal perdagangan.

Dari sisi sektoral, saham perbankan menjadi motor utama dengan BBRI naik 1,32% ke Rp3.060 , BBCA naik 1,16% ke Rp6.550 , dan BMRI naik 0,45% ke Rp4.470. Sektor pertambangan juga menopang indeks, dengan AMMN naik 2,99% ke Rp4.130 dan INCO naik 2,13% ke Rp5.025.

Baca Juga: Potret Inklusi dan Fenomena Kesenjangan Akses Perbankan di Jantung Jakarta

Sektor telekomunikasi turut berkontribusi melalui ISAT naik 1,83% menjadi Rp1.945 , sementara sektor konsumsi didukung oleh INDF naik 1,47% menjadi Rp6.900 dan AMRT naik 1,82% menjadi Rp1.395 . Secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguji resistance di 6.240–6.300 , dengan support di 6.100–6.130 , sehingga ruang penguatan tetap terbuka meskipun risiko koreksi juga perlu diwaspadai.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh faktor global dan domestik. Dari luar negeri, harga minyak Brent yang berada di atas USD 89/barel akibat konflik AS–Iran menimbulkan kekhawatiran inflasi dan berpotensi menekan pasar.

Namun, inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi memberi harapan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga, sehingga mendukung aliran modal ke pasar negara berkembang. Dari dalam negeri, investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI terkait suku bunga, dengan ekspektasi BI Rate tetap di 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah.

IHSG menunjukkan penguatan moderat dengan dukungan kuat dari sektor perbankan dan pertambangan, serta aksi beli asing yang signifikan. Meski demikian, penguatan ini masih memikirkan risiko koreksi akibat kerusakan global, terutama harga minyak dan konflik geopolitik. Investor disarankan untuk tetap mewaspadai potensi profit Taking , namun momentum positif saat ini memberi peluang bagi IHSG untuk menembus resistance di level 6.300.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *