Perluas Destinasi Ekspor, Kolaborasi Penjual dan Logistik Jadi Kunci UMKM Tembus Pasar Global

ASIAWORLDVIEW – Pemerintah menargetkan nilai ekspor nasional mencapai US$315 miliar pada 2026, menunjukkan optimisme bahwa kinerja perdagangan Indonesia tetap dapat tumbuh meskipun dunia masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik. Dalam upaya mencapai target tersebut, peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi semakin penting, dengan kontribusi terhadap total ekspor nasional yang telah mencapai 15,7 persen.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, menyatakan angka ini mencerminkan bahwa UMKM tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik, tetapi mulai menjadi bagian dari rantai pasok global melalui berbagai produk unggulan. Mulai dari makanan dan minuman, fashion, kerajinan, hingga produk kreatif bernilai tambah.

“Perluasan destinasi ekspor di Program Ekspor Shopee FLEXI diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi penjual dalam menjangkau konsumen di lebih banyak negara. Oleh karena itu, selain perluasan negara tujuan ekspor, kami juga mengadakan pelatihan spesial Program Ekspor Shopee FLEXI untuk meningkatkan kapasitas penjual dalam memahami karakteristik konsumen, menyusun strategi operasional dan promosi yang relevan di tiap negara ekspor FLEXI,” jelas Balques dalam acara Shopee Gandeng Kemendag RI & Mitra Logistik Perkuat Ekosistem Ekspor Lewat ‘Jalan Global Kreasi Lokal’, Selasa (27/10/2026)

Baca Juga: Shopee Gandeng Kementerian UMKM, Dorong Gerakan Belanja Produk Lokal

Di sisi lain, kawasan ASEAN masih menjadi pasar strategis bagi produk Indonesia, terlihat dari nilai ekspor produk lokal ke negara-negara ASEAN yang mencapai US$31,77 miliar pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut menunjukkan kuatnya posisi Indonesia di pasar regional sekaligus mencerminkan efektivitas berbagai upaya promosi dagang dan perluasan akses pasar yang dilakukan pemerintah.

Memperluas jangkauan pasar bukan sekadar soal membuka pintu ke negara baru, ini juga tentang memastikan bahwa penjual di dalam negeri siap melangkah dengan percaya diri.Pelatihan ini bukan sekadar sesi berbagi tips, melainkan bekal nyata bagi para penjual untuk memahami selera pasar yang berbeda-beda—dari preferensi warna dan ukuran hingga tren musiman yang khas di setiap negara—sehingga produk lokal tidak hanya sampai, tetapi juga diterima dan dicintai.

Untuk mendukung ekspansi penjual ke berbagai destinasi negara Program Ekspor Shopee FLEXI, Shopee berkolaborasi dengan mitra logistik tepercaya, yaitu Anteraja dan JNE, dalam memperkuat dukungan logistik bagi para penjual. Kolaborasi ini menjadi fondasi yang tak terlihat namun krusial: tanpa logistik yang andal, produk sebagus apa pun tidak akan pernah sampai ke tangan konsumen dengan selamat dan tepat waktu.

CEO Anteraja, Handy Widiya, menyambut baik kolaborasi strategis ini dalam semangat memperkuat kapasitas ekspor nasional.

“Efisiensi logistik merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan konsumen internasional. Bersama Shopee, Anteraja berkomitmen menyediakan layanan pengiriman yang dapat diandalkan dan terintegrasi untuk mendukung ekspansi produk lokal di pasar global dan mendorong performa ekspor usaha lokal secara maksimal,” kata Handy.

Sementara itu, Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi Soeprapto, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini.

“Sebagai mitra logistik yang telah menjalin kerja sama panjang dengan Shopee, JNE selalu berkomitmen memberikan layanan pengiriman yang andal, efisien, dan aman. Kami bangga dapat turut berkontribusi dalam mendukung usaha lokal dalam memperluas jangkauannya ke pasar mancanegara,” ungkap Feriadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *