ASIAWORLDVIEW – Kinerja ekspor Indonesia masih memiliki kemampuan untuk bertahan di tengah berbagai tantangan global. Hal itu karena ditopang oleh fondasi yang semakin beragam, baik dari sisi produk maupun pasar tujuan ekspor.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Puntodewi menjelaskan dalam acara Shopee Gandeng Kemendag RI & Mitra Logistik Perkuat Ekosistem Ekspor Lewat ‘Jalan Global Kreasi Lokal’, Selasa (27/10/2026), ketika banyak negara menghadapi perlambatan ekonomi, ketidakpastian geopolitik, gejolak harga komoditas, hingga gangguan rantai pasok global, Indonesia dinilai tetap memiliki peluang untuk menjaga momentum ekspornya melalui penguatan daya saing produk, diversifikasi pasar, dan peningkatan nilai tambah.
“Selama beberapa tahun terakhir, ekspor Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada komoditas primer seperti batu bara, minyak sawit, atau mineral, kini berbagai produk dari pelaku usaha kecil. Mulai dari furnitur hingga berbagai produk ekonomi kreatif yang memiliki pasar spesifik di berbagai negara. Kondisi ini membuat struktur ekspor menjadi lebih resilien terhadap guncangan eksternal,” ia mengatakan.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif yang membuka jalan bagi UMKM Indonesia untuk menjangkau konsumen luar negeri. Sejak 2019, Shopee telah mendukung potensi produk lokal untuk menembus pasar di wilayah Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin lewat Program Ekspor Shopee.
“Kementerian Perdagangan menyambut baik inisiatif Shopee Indonesia melalui Program Ekspor Shopee dan Program Ekspor Shopee FLEXI yang membuka peluang bagi UMKM menjangkau konsumen luar negeri. Terlebih karena para pengusaha memiliki fleksibilitas dalam mengelola toko luar negeri,” ujar Fajarini.
Baca Juga: Shopee Gandeng Kementerian UMKM, Dorong Gerakan Belanja Produk Lokal

Ia menegaskan bahwa sampai dengan tahun 2025, Shopee telah membantu 90 juta produk lokal menembus pasar ekspor lewat Program Ekspor Shopee—sebuah angka yang luar biasa dan menunjukkan besarnya potensi perdagangan digital dalam memperluas pasar produk Indonesia. “Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Shopee bersama Anteraja dan JNE yang sudah berkolaborasi dan saling mendukung,” tambahnya.
Langkah ini bukan sekadar membuka pintu bagi produk Indonesia untuk dikenal di kancah global, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan UMKM bersaing di pasar internasional dengan dukungan logistik yang andal dan platform yang terintegrasi.
Di tahun 2025, Shopee meluncurkan Program Ekspor Shopee FLEXI yang menghadirkan fleksibilitas bagi penjual untuk mengatur harga produk dan strategi promosi di toko luar negeri secara mandiri. Sejak diluncurkan, program ini telah membantu penjualan ekspor untuk lebih dari 5 juta produk lokal—sebuah bukti bahwa fleksibilitas dan kemandirian dalam mengelola toko luar negeri menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku UMKM. Batik, aksesoris olahraga, dan kerajinan tangan menjadi beberapa produk favorit pembeli lewat Program Ekspor Shopee FLEXI, menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan kreativitas Indonesia memiliki tempat istimewa di hati konsumen global.
Kolaborasi ini menciptakan efek berganda yang signifikan. Pertama, UMKM mendapatkan akses langsung ke pasar internasional tanpa harus membangun infrastruktur ekspor sendiri—sebuah hambatan yang selama ini menjadi momok bagi pengusaha kecil. Fleksibilitas yang ditawarkan Shopee FLEXI memungkinkan penjual untuk menyesuaikan strategi harga dan promosi dengan karakteristik pasar setempat, sehingga produk Indonesia dapat bersaing lebih efektif.
