IHSG Awali September di Zona Hijau, Ditopang Sektor Industri

IHSG menguat atau berada di zona hijau.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai bulan September dengan catatan positif. Pasar dibuka menguat dan terus bertahan di zona hijau sepanjang sesi perdagangan, Selasa (1/9/2026).

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka di level 6.538, menguat sekitar 12-13 poin atau 0,19% dibandingkan penutupan Senin di level 6.525. Penguatan ini berlanjut sepanjang hari, didukung oleh hampir seluruh sektor saham. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.560 pada awal perdagangan.

IHSG akhirnya ditutup menguat 0,60% atau 39,06 poin pada pukul 09.09 WIB ke level 6.564,538. Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai, dengan nilai transaksi mencapai Rp2,39 triliun dan melibatkan 6,016 miliar saham.

Hampir seluruh sektor saham berada di zona hijau, dengan IDX Sektor Perindustrian menjadi motor utama penguatan setelah melesat 1,01%. Sektor teknologi, keuangan, transportasi & logistik, serta energi juga turut menopang kenaikan. Sektor properti dan real estate menjadi satu-satunya sektor yang melemah tipis 0,12%.

Baca Juga: Risiko Regulatory Capture Ancam Reputasi Dagang RI, Mengapa?

Di antara saham unggulan (LQ45), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memimpin penguatan dengan kenaikan 6,25%, diikuti oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang naik 5,71%, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang menguat 2,27%.

Penguatan IHSG terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap sejumlah data ekonomi domestik dan global. Pasar menantikan rilis data inflasi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperkirakan naik menjadi 0,2% month-to-month atau 3,13% year-on-year pada Agustus 2026, berbalik dari deflasi 0,14% pada Juli. Data neraca perdagangan Juli 2026 juga menjadi perhatian, dengan proyeksi defisit sekitar USD300 juta.

Di sisi global, eskalasi konflik AS-Iran menjadi perhatian utama, terutama terkait Selat Hormuz yang berpotensi mendorong harga minyak mendekati US$90 per barel. Kenaikan harga minyak dan imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun ke level 4,76% menjadi kombinasi yang kurang menguntungkan bagi aset berisiko. Namun demikian, IHSG tetap mampu bertahan di zona hijau.

Para analis memproyeksikan pergerakan IHSG yang bervariasi. Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 6.450-6.570. Sementara itu, MNC Sekuritas memprediksi IHSG masih berpeluang menguat ke rentang 6.599-6.666.

Secara bulanan, IHSG mencatatkan kinerja positif sepanjang Agustus 2026 dengan kenaikan 4,64%. Namun secara tahun berjalan (year-to-date), IHSG masih terkoreksi 24,53%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *