JITEX Segera Digelar, Jadi Motor Ekonomi dan Diplomasi Budaya Jakarta

Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum ATTEC & HIPPINDO

ASIAWORLDVIEW – Jakarta International Trade Expo (JITEX), ajang pameran dagang internasional yang digagas oleh ATTEC dan HIPPINDO dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. JITEX dirancang bukan sekadar sebagai agenda tahunan, melainkan sebagai platform strategis untuk menjadikan Jakarta pusat gravitasi ekonomi dan budaya di Asia.

“Pameran ini mengintegrasikan sektor ritel, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Jadi, wisatawan mancanegara datang untuk menikmati atraksi budaya, berbelanja produk lokal, sekaligus menemukan nilai unik dari karya kreatif Indonesia,” sebut Penegasan Ketua Umum ATTEC (Asosiasi Toko dan Tenant Expo Center) sekaligus HIPPINDO (Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia), Budihardjo Iduansjah dalam konferensi pers di Balaikota Jakarta, Selasa (1/9/2026).

JITEX hadir sebagai instrumen pembeda yang secara cerdas mensinergikan tiga sektor vital sekaligus—ritel, pariwisata, dan ekonomi kreatif—menjadi sebuah siklus ekonomi yang saling menguatkan. Atraksi pariwisata mendorong arus pengunjung asing, yang kemudian berbelanja di gerai ritel lokal.

“Atraksi pariwisata mendorong lalu lintas pengunjung asing yang kemudian berbelanja di gerai ritel lokal. Sementara produk ekonomi kreatif yang unik dan berbudaya menjadi nilai jual utama yang tidak ditemukan di pusat perbelanjaan negara tetangga,” ia menambahkan.

Baca Juga: Ketua HIPPINDO Dorong Transformasi Ritel Indonesia, Fondasi Ekonomi Masa Depan

Sementara itu, produk ekonomi kreatif yang unik dan berakar pada budaya Indonesia menjadi nilai jual utama. Pengunjung dan wisatawan hanya bisa mendapatkan produk ini di Indonesia, menjadikan pengalaman berbelanja di Jakarta lebih holistik dan berkesan.

“JITEX tidak hanya memperkuat daya tarik Jakarta sebagai destinasi belanja internasional, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperluas akses pasar bagi peritel dan UMKM,” ia menambahkan.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadikan Jakarta bukan hanya kota perdagangan, melainkan kota global yang bangga menampilkan identitas budaya autentik. Selain itu, kompetitif di panggung internasional.

Selain menjadi etalase produk unggulan, JITEX juga berfungsi sebagai mesin pencari peluang investasi melalui B2B matching antara pengusaha lokal dan investor asing, membuka akses rantai pasok global, serta memberi panggung internasional bagi UMKM untuk memperluas pasar. Lebih jauh, JITEX diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi inklusif sekaligus wahana diplomasi budaya Indonesia, memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya sibuk berdagang, tetapi juga bangga menampilkan identitas budaya autentik di mata dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *