IHSG Ambles 14,8%: BEI Sesuaikan ARB, Singkirkan Saham HSC dari Perhitungan Indeks

IHSG.(Antara)

ASIAWORLDVIEW — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam hingga -14,8% dalam dua hari perdagangan terakhir. Kondisi ini menyusul pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang meluncurkan konsultasi terkait usulan downgrade klasifikasi Indonesia menjadi standalone market.

Menanggapi koreksi tajam ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan penyesuaian batasan auto rejection bawah (ARB) menjadi asimetris sebesar -7% untuk saham dengan harga di atas Rp10 per saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan tunai pada 19 Oktober–31 Desember 2026.

BEI menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan memberikan kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi dan mencerna informasi yang tersedia, sehingga dapat membantu proses pengambilan keputusan investasi secara lebih baik berdasarkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan, Senin (19/10/2026), “pihaknya tidak akan lagi memperhitungkan pergerakan saham-saham yang termasuk dalam daftar high shareholding concentration (HSC) dalam perhitungan IHSG untuk memberikan indeks harga yang kredibel dan berintegritas.

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Pelemahan IHSG Wajar di Tengah Sentimen Negatif MSCI

Langkah ini diumumkan hanya beberapa pekan setelah BEI mengubah klasifikasi dan batas ARB pada 28 September 2026 lalu dan akan dievaluasi kembali mengikuti perkembangan yang terjadi di pasar. Sebelumnya, BEI berencana untuk mengubah batas ARB menjadi simetris dengan auto rejection atas (ARA) per 1 Januari 2027.

Perubahan ARB yang bersifat situasional ini mencerminkan upaya otoritas untuk menyeimbangkan antara membiarkan mekanisme pasar bekerja dan mencegah kepanikan yang dapat memperdalam koreksi. Namun, kebijakan semacam ini juga menuai pertanyaan tentang konsistensi dan predictability bagi investor, terutama karena perubahan dilakukan dalam waktu singkat setelah perubahan sebelumnya.

Jeffrey menekankan bahwa saham-saham dalam daftar HSC tetap dapat diperdagangkan, tetapi pergerakan harganya tidak akan lagi memengaruhi pergerakan IHSG. Jeffrey juga menyebut bahwa BEI akan merinci lebih lanjut keterangan afiliasi dalam publikasi pemegang saham dengan kepemilikan 1%.

Selain itu, Jeffrey menyebut tidak dapat mengungkap detail maupun kesimpulan dari pertemuan dengan MSCI pada sore hari ini. Langkah menyingkirkan saham HSC dari perhitungan indeks adalah respons teknis terhadap salah satu kekhawatiran yang diangkat MSCI, yakni konsentrasi kepemilikan dan potensi distorsi pergerakan indeks oleh saham-saham tertentu. Dengan demikian, IHSG diharapkan lebih mencerminkan pergerakan pasar secara luas, bukan hanya segelintir emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi.

Meski sentimen negatif berpotensi masih berlanjut dalam jangka pendek, koreksi tajam ini dapat menjadi kesempatan akumulasi bagi investor jangka panjang. Beberapa saham dinilai memiliki fundamental solid dan rutin membagikan dividen dengan yield tinggi, dengan kriteria antara lain dividend yield di atas 6% berdasarkan angka dividen per saham dari tahun buku terakhir serta rata-rata dividen per saham dari tiga tahun buku terakhir.

2 thoughts on “IHSG Ambles 14,8%: BEI Sesuaikan ARB, Singkirkan Saham HSC dari Perhitungan Indeks”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *