ASIAWORLDVIEW – Fenomena frozen fruit tengah viral di kalangan. Hal itu masyarakat karena dianggap praktis, segar, dan multifungsi. Buah yang dibekukan ini biasanya dikemas dalam bentuk potongan siap saji, sehingga bisa langsung dimakan layaknya camilan sehat atau diolah menjadi jus segar tanpa perlu tambahan es batu.
Popularitasnya meningkat karena gaya hidup modern menuntut makanan yang cepat, higienis, dan tetap bernutrisi. Proses pembekuan menjaga kandungan vitamin, mineral, serta serat buah agar tidak cepat rusak, sehingga konsumen tetap mendapatkan manfaat gizi yang optimal, mengutip Healthline, Jumat (3/7/2026).
Selain itu, frozen fruit juga menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin menjaga pola makan sehat, karena bisa menjadi pengganti snack tinggi gula atau lemak. Buah beku lebih tahan lama dibandingkan buah segar, sehingga cocok untuk stok di rumah tanpa khawatir cepat busuk.
Konten media sosial ramaimenampilkan kreasi jus, smoothie bowl, hingga dessert berbahan dasar frozen fruit, membuatnya semakin diminati oleh generasi muda. Dengan harga yang relatif terjangkau dan ketersediaan di berbagai supermarket maupun marketplace, frozen fruit kini menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan modern masyarakat urban.
Baca Juga: Lebih Praktis atau Lebih Sehat? Perdebatan Buah Segar vs Beku
Perlu diketahui, sebelum mengonsumsinya frozen fruit harus dibekukan dengan cara yang benar. Jika tidak, dapat memengaruhi tekstur, warna, dan, bahkan rasanya juga.
Sebagian besar berat buah berasal dari air. Begitu buah dibekukan, air di dalamnya mengembang, yang pada gilirannya merobek dinding sel yang lunak. Itulah sebabnya buah beku menjadi sedikit lembek setelah dicairkan. Selain itu, pembekuan menghentikan aktivitas enzim, yang biasanya menjadi penyebab perubahan warna, hilangnya nutrisi, dan perubahan rasa.
Jika buah tidak dikemas dengan benar, buah tersebut tetap bisa terpapar udara. Saat itulah Anda mungkin akan melihat warna yang kusam atau rasa aneh akibat oksidasi. Untuk menjaga tekstur, warna, dan rasa agar tetap sedekat mungkin dengan buah segar, pastikan untuk mengemas buah dalam wadah kedap udara sebelum membekukannya.
Buah Beku Apa yang Paling Cocok untuk Jus?

Anda dapat menggunakan buah beku untuk resep jus apa pun setelah buah tersebut benar-benar mencair. Namun, jika Anda ingin menggunakan buah beku tanpa mencairkannya terlebih dahulu, Anda bisa membuat smoothie dan sorbet.
Buah beri beku, ceri, buah sitrus, mangga, dan buah berbiji seperti plum dan persik adalah buah beku terbaik untuk jus. Untuk smoothie, Anda bisa menggunakan buah beri beku, pisang, apel, mangga, dan nanas.
Jika Anda ingin membuat jus dari buah-buahan beku ini, saya sarankan untuk mencairkannya terlebih dahulu. Namun, untuk smoothie, Anda tidak perlu mencairkan buah-buahan tersebut. Cukup masukkan ke dalam blender dan haluskan hingga lembut.
Buah segar dengan kadar air yang sangat tinggi, seperti semangka, melon, dan mentimun, sebaiknya tidak dibekukan. Buah-buahan ini bisa menjadi lembek setelah dicairkan dan tidak memiliki tekstur atau rasa yang sama seperti saat masih segar.
Hal yang sama berlaku untuk buah-buahan sitrus. Misalnya, jeruk dan jeruk bali bisa sulit dikupas setelah dicairkan dari pembekuan. Sebaiknya kupas terlebih dahulu dan pisahkan irisan-irisannya sebelum membekukannya dalam kantong atau wadah kedap udara. Irisan yang sudah dicairkan tersebut dapat digunakan untuk membuat jus.
Smoothie buah beku berry, misalnya, terbuat dari campuran buah beri dan menjadi favorit baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Anda akan menemukannya di menu restoran dan kedai jus, tetapi Anda juga bisa membuatnya di rumah dengan biaya yang jauh lebih murah. Buah beri kaya akan antioksidan, yang dapat membantu mencegah penyakit seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan gangguan peradangan.
