Perpaduan Seni dan Mode, Eugene Museum Hadirkan Karya ISSEY MIYAKE

Eugene Museum, destinasi seni kontemporer yang akan resmi dibuka di Bali pada musim panas 2026, mengumumkan kolaborasi prestisius dengan rumah mode avant-garde asal Jepang, ISSEY MIYAKE

ASIAWORLDVIEW Eugene Museum, destinasi seni kontemporer yang akan resmi dibuka di Bali pada musim panas 2026, mengumumkan kolaborasi prestisius dengan rumah mode avant-garde asal Jepang, ISSEY MIYAKE. Kolaborasi ini diwujudkan melalui karya bertajuk “Light and Shadow Inside Me”, yang akan menjadi bagian dari koleksi permanen museum. Karya tersebut menggabungkan filosofi desain ISSEY MIYAKE yang menekankan harmoni antara teknologi, tekstil, dan tubuh manusia, dengan pendekatan kuratorial Eugene Museum yang mengangkat narasi introspektif dan pengalaman multisensori.

Instalasi ini dirancang untuk mengeksplorasi dinamika cahaya dan bayangan sebagai metafora perjalanan batin, serta menghadirkan ruang interaktif yang mengundang pengunjung untuk merasakan transformasi visual dan emosional secara langsung. Kehadiran karya ini menandai langkah awal Eugene Museum dalam membangun reputasi global sebagai ruang dialog antara seni, mode, dan budaya kontemporer Asia.

Eugene Kangawa mengatakan, “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Mr. Miyamae dan tim A-POC ABLE ISSEY MIYAKE atas kolaborasi yang penuh perhatian dalam menerjemahkan visi artistik saya ke dalam kain, dan kepada Mr. Tane atas perancangan elemen
spasial untuk menikmati koleksi ini di Paris.”

Baca Juga: Puncak peRAYAan DesaRupa: Tegaskan Makna Seni dan Demokrasi Kreatif

Proyek kolaborasi baru, puncak dari dialog kreatif selama tiga tahun antara Kangawa dan desainer A-POC ABLE ISSEY MIYAKE, Yoshiyuki Miyamae, beserta timnya. Kolaborasi ini berawal ketika Miyamae pertama kali menemukan seri lukisan Kangawa, Light and Shadow Inside Me (2021—), dalam pameran tunggal sang seniman di Museum of Contemporary Art Tokyo (2021–22), yang kemudian memicu serangkaian lokakarya dan pengembangan konseptual.

Light and shadow inside me (2022—) akan menjadi salah satu karya permanen yang ditampilkan di Eugene Museum yang akan datang, yang dijadwalkan dibuka di Tabanan, Bali pada musim panas 2026. Terletak di kawasan Warisan Dunia UNESCO, museum ini akan menampilkan lebih dari 15 lukisan dan instalasi permanen karya Kangawa, termasuk karya yang sudah ada maupun yang baru dipesan.

Proyek ini diinisiasi oleh komunitas kolektor seni di seluruh Asia dan sedang dikembangkan oleh sebuah organisasi lokal. Dirancang oleh arsitek ternama Indonesia, Andra Matin, Eugene Museum akan menempati lahan seluas lebih dari satu hektar, dengan 5.000 meter persegi didedikasikan untuk bangunan dan fasilitasnya, termasuk lebih dari 15 ruang galeri.

Program akomodasi semalam akan memungkinkan pengunjung untuk menginap di lokasi dan menikmati karya-karya Kangawa seiring bergantinya cahaya senja, berinteraksi dengan seni di luar jam kunjungan biasa. Dibangun di atas lahan persawahan yang telah direvitalisasi, tata ruang museum ini melestarikan pepohonan yang masih ada, sementara fasadnya menggabungkan batu bata terakota yang dibuat tangan oleh perajin lokal, menciptakan harmoni antara seni dan alam.

“Filosofi Issey Miyake yang berpusat pada manusia sangat selaras dengan karya saya, terutama dalam mengeksplorasi tema-tema eksistensi. Light and shadow inside me (2022—), karya yang menginspirasi koleksi ini, berawal dari serangkaian lukisan hijau yang diciptakan bersama sinar matahari, menggunakan pemudaran warna sebagai medium, dan kemudian berkembang menjadi seri fotogram monokrom yang hanya menggunakan kertas dan cahaya. Saya sangat antusias untuk memamerkannya bersama koleksi di Paris, dan agar pengunjung dapat melihatnya di Museum Eugene saat dibuka di Bali tahun depan,” ia menambahkan.