ASIAWORLDVIEW – INACRAFT 2026 bukan hanya pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga ajang strategis untuk memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia. Dengan menampilkan kerajinan tradisional, inovasi modern, serta sorotan pada womenpreneurs, acara ini menjadi etalase utama kriya Nusantara sekaligus pintu menuju pasar global.
Wakil Ketua Umum II Bidang Kerjasama Regional dan Internasional, Baby Jurmawati Djuri, SS, menjelaskan dalam konferensi pers di Jakarta, Seasa (3/2/2026), menampilkan lebih dari 1.000 stan kerajinan tangan dari seluruh Indonesia. Sorotan utama pada peran womenpreneurs dalam industri kriya.
“Pengunjung INACRAFT 2026 akan dimanjakan dengan ragam fashion etnik dan kontemporer yang menampilkan kekayaan wastra Nusantara. Koleksi yang dipamerkan mencakup batik tulis dengan motif klasik maupun modern, tenun ikat dari berbagai daerah, songket dengan detail mewah, hingga wastra tradisional yang diolah menjadi busana siap pakai,” ia mengatakan.
Tidak hanya menghadirkan pakaian sehari-hari, pameran ini juga menampilkan aksesori unik dan statement pieces yang berani. Bahkan, dirancang untuk menonjolkan identitas budaya sekaligus gaya modern.
Baca Juga: INACRAFT 2026, Merayakan Gaya Hidup Kriya Nusantara dalam Kehidupan Modern
“Perpaduan antara tradisi dan inovasi ini menjadikan fesyen di INACRAFT bukan sekadar produk, melainkan karya seni yang merefleksikan kreativitas para perajin sekaligus tren gaya hidup masa kini,” ia menambahkan.
Fashion etnik Nusantara yang ditampilkan dengan sentuhan kontemporer, lebih relevan bagi generasi muda dan pasar global. Kegiatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kriya dan mode berbasis budaya. Apalagi dengan target yang bertambah, diharapkan INACRAFT 2026 bisa berlangsung engan suskes.
“Target INACRAFT 2026 dirancang ambisius untuk memperkuat posisi pameran ini sebagai etalase kriya terbesar di Asia Tenggara sekaligus motor penggerak industri kreatif Indonesia. Menargetkan lebih dari 100.000 pengunjung selama lima hari penyelenggaraan,” ia menambahkan.
INACRFAT 2026 menghadirkan 1.013 stan dari berbagai daerah yang menampilkan produk kriya unggulan Nusantara. Dari sisi transaksi, INACRAFT 2026 diproyeksikan mencatat nilai ritel lebih dari Rp100 miliar, meningkat dari capaian tahun sebelumnya. Pameran ini digelar pada 4 hingga 8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), menempati seluruh area seluas ±24.941 m².
