ASIAWORLDVIEW – Menggerakkan wisata belanja yang terpadu di Indonesia berarti membangun ekosistem pariwisata yang menghubungkan destinasi wisata, pusat perbelanjaan, produk UMKM, dan layanan pendukung dalam satu pengalaman yang saling melengkapi. Pendekatan ini tidak hanya mendorong wisatawan untuk berkunjung ke tempat-tempat ikonik, tetapi juga mengarahkan mereka menikmati kuliner lokal, membeli produk khas daerah, hingga mengikuti berbagai aktivitas budaya dalam satu alur perjalanan yang terencana.
Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Kamis (18/12/202). Ia menyatakan langkah itu bisa dicapai, apalagi dengan penyelenggaraan program “Bina Indonesia Great Sale 2025” merupakan momentum penting bagi sektor pariwisata dalam rangka menggerakkan wisata belanja yang terpadu di Indonesia.
“Indonesia Great Sale 2025, #BelanjaDiIndonesiaAja, merupakan momentum penting untuk menggerakkan wisata belanja yang terpadu. Ini sejalan dengan semangat liburan #DiIndonesiaAja dari Kementerian Pariwisata,” sebutnya.
Wisata belanja menjadi salah satu tema perjalanan yang sangat penting karena mampu mendorong minat wisatawan untuk bepergian, baik ke luar negeri maupun ke berbagai destinasi dalam negeri. Data YouGov tahun 2023 menunjukkan bahwa hampir 77 persen wisatawan Indonesia menjadikan aktivitas belanja sebagai motivasi utama saat berwisata.
Baca Juga: Indonesia Genjot Pariwisata Berkelanjutan, Desa Wisata hingga Paket Premium
“Angka ini menggambarkan betapa kuatnya daya tarik produk lokal, pusat perbelanjaan, hingga pengalaman berbelanja yang unik dalam memengaruhi keputusan perjalanan. Ketika wisata belanja dikembangkan secara serius—mulai dari kurasi produk, kualitas layanan, hingga integrasi dengan atraksi wisata—maka dampaknya tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan transaksi UMKM dan industri kreatif,” ia menambahkan.
Dengan integrasi tersebut, wisata belanja dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal karena meningkatkan transaksi UMKM, memperkuat citra produk Indonesia, dan memperpanjang lama tinggal wisatawan. Selain itu, konsep wisata belanja terpadu membantu menciptakan pengalaman yang lebih nyaman dan menarik, sehingga Indonesia dapat bersaing dengan negara lain yang sudah lebih dulu mengembangkan sektor ini secara profesional.
“Dengan aktivasi berkelanjutan, belanja menjadi bagian dari pengalaman berwisata, produk-produk lokal meningkat, dan naik-naik daya saing destinasi meningkat. Pajaknya dikembalikan, tetapi oleh-oleh dan pariwisata produk kreatif lainnya,” pungkasnya.
