Batik terus menemukan tempatnya di tengah perubahan zaman. Di balik setiap motifnya tersimpan nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kini, warisan itu tetap hidup berkat inovasi para pelaku UMKM yang memadukan tradisi dengan sentuhan modern. Salah satunya adalah Batik Solo Sukses, usaha yang dirintis Andreas Soetanto pada 2020 di Kota Solo.
Andreas memulai perjalanannya dengan tujuan melestarikan batik sekaligus memberdayakan para pengrajin di sekitarnya. Karya-karya yang dihasilkan tidak hanya berupa kain, tetapi juga kemeja batik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Sejak awal, saya ingin menjual produk yang membawa cerita dan makna di setiap motifnya. Meski pasar cenderung mencari produk yang cepat dan praktis, saya percaya batik tetap bisa dekat dengan generasi muda. Kehadiran Shopee menjadi salah satu cara saya menjaga mimpi itu. Hampir 95 persen dari total penjualan kami berasal dari penjualan di platform Shopee,” kata Andreas.
Perjalanan dari Nol Hingga Membuka Puluhan Lapangan Kerja
Batik Solo Sukses berdiri di kawasan Pasar Kliwon, pusat batik legendaris di Solo. Awalnya, Andreas sempat bereksperimen dengan berbagai produk seperti sarung dan kemeja koko sebelum akhirnya memilih batik sebagai fokus utama. Ia melihat nilai budaya dan daya tarik desain batik jauh lebih kuat di mata konsumen.
Perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Tantangan datang ketika foto produknya dicuri oleh pesaing. Situasi itu tidak membuatnya menyerah, justru menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas visual dan mengikuti tren desain. Ia mulai memperbaiki foto, menciptakan konten menarik, dan menyesuaikan warna sesuai selera pasar.
Motif khas bertema fauna menjadi ciri khas Batik Solo Sukses. Produk seperti kemeja pria Kutut Burgundy, Mahkota, dan Raflesia menjadi favorit konsumen dengan ribuan penjualan setiap bulan. “Perlahan strategi tersebut membuahkan hasil. Kini Batik Solo Sukses mampu membuka lapangan kerja bagi lebih dari 50 karyawan, termasuk penjahit dari Sragen yang menjadi mitra produksi utama,” ujar Andreas.
Peran E-commerce dalam Pertumbuhan UMKM

Keberhasilan Batik Solo Sukses tidak lepas dari pemanfaatan teknologi. Andreas sempat mencoba berbagai platform digital, namun sejak bergabung pada 2020, Shopee menjadi kanal yang memberikan dampak paling besar terhadap pertumbuhan bisnisnya.
“Penjualan tertinggi selalu berasal dari Shopee. Beragam program dan fitur interaktif telah saya optimalkan demi pertumbuhan yang konsisten setiap tahun. Di kampanye Shopee Big Ramadan Sale tahun ini, penjualan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Fitur Shopee Live juga berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap penjualan bulanan,” jelasnya.
Sejak 2021, Batik Solo Sukses juga berhasil menembus pasar internasional melalui Program Ekspor Shopee. Produk-produknya kini dikenal hingga Filipina, Thailand, dan Singapura. Bagi Andreas, ekspansi ini bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga tentang membawa identitas budaya Indonesia ke panggung global.
Konsistensi Jadi Kunci Keberhasilan
Andreas percaya bahwa kesuksesan UMKM bergantung pada konsistensi. Adaptasi terhadap tren digital memang penting, namun tetap harus diiringi dengan visi dan misi yang jelas. “Jangan berhenti mencoba. Konsistensi itu penting, meski keuntungan sedikit yang penting kita tetap berjalan. Jangan lupa selalu punya tujuan dan visi misi yang jelas,” pesannya.
Sebagai bentuk kontribusi dalam pelestarian budaya, Batik Solo Sukses juga berpartisipasi dalam Festival Batik Lokal Shopee yang berlangsung hingga 5 Oktober 2025. Kampanye ini menghadirkan beragam pilihan produk batik dari berbagai UMKM dengan promo menarik seperti diskon hingga 80 persen.
Baca juga: Program Shopee Dorong Ibu Rumah Tangga dan UMKM Pekalongan Berbisnis Online
