ASIAWORLDVIEW – Tradisi Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, benar-benar mencuri perhatian dunia! Dalam video yang viral. Seorang anak laki-laki berdiri di ujung perahu panjang dengan gerakan penuh semangat dan karisma—aksi ini memicu tren global yang dikenal sebagai “aura farming”.
Aksi anak penari Pacu Jalur dianggap begitu memikat. Akhirnya, selebritas dunia dan klub sepak bola seperti PSG dan AC Milan ikut membuat parodinya.
Secara berkelanjutan fenomena ini membuka peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Indonesia ke khalayak global. Berangkat dari tekad tersebut, AirAsia MOVE mengajak wisatawan untuk mengeksplorasi festival perahu dayung serupa yang tersebar di berbagai daerah Nusantara.
Baca Juga: Tenun Dayak, Mahakarya Tekstik Penuh Makna Budaya dan Spiritualitas
Marketing Manager AirAsia MOVE Indonesia, Amelia Virginia menyampaikan, “Melihat popularitas Pacu Jalur yang kini dikenal dunia, semakin memotivasi kami untuk mengajak traveler internasional datang dan menyelami kekayaan budaya Indonesia.”
Pacu Jalur sendiri diyakini telah ada sejak abad ke-17. Lebih dari sekadar perlombaan, tradisi ini menjadi simbol gotong royong khas bangsa Indonesia. Menurut sejarah, berasal dari Sungai Batang Kuantan.
Perahu sepanjang 25 hingga 40 meter diisi hingga 70 pendayung, dengan anak penari di haluan sebagai simbol semangat dan ritme. Menjadi momentum emas untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke panggung internasional.
“Melalui AirAsia MOVE, siapa saja dapat dengan mudah merencanakan perjalanan hingga ke pelosok Nusantara. Didukung ratusan maskapai global, kami ingin menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih praktis dan menyenangkan,” ia menambahkan.
