ASIAWORLDVIEW – INACRAFT 2026, pameran kerajinan terbesar di Indonesia yang menjadi etalase utama bagi karya kriya Nusantara sekaligus wadah strategis untuk memperkuat industri kreatif nasional. Ajang ini berfungsi sebagai sarana promosi produk kerajinan, juga sebagai momentum konsolidasi antara pelaku usaha, pemerintah, komunitas, dan institusi pendidikan dalam mendorong inovasi.
Ketua Umum BPP ASEPHI, Bapak Dr. H. Muchsin Ridjan SE., MM., menyampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/2/2026), pameran ini bukan sekadar ajang promosi produk kriya Nusantara, tetapi juga momentum untuk memperkuat ekosistem industri kreatif nasional. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif agar kerajinan Indonesia mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan identitas budaya.
“INACRAFT 2026 menjadi wadah strategis untuk mendorong inovasi, memperluas akses pasar, serta mengangkat peran womenpreneurs dan generasi muda sebagai motor penggerak keberlanjutan kriya Nusantara,” ia menyebutkan.
Baca Juga: Fadli Zon Puji INACRAFT, Menyatukan Tradisi dan Inovasi dalam Industri Kreatif
Dengan semangat kebersamaan, tambahnya, ia berharap pameran ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kriya dunia yang berdaya saing tinggi. Namun tetap berakar pada nilai-nilai tradisi.
“INACRAFT 2026 juga bisa membantu memperluas akses pasar, serta menjaga keberlanjutan tradisi. Tema kali ini menyoroti peran womenpreneurs dan generasi muda,” ia menambahkan.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi, Pelatihan, dan Anggaran, Ir. H. Hatman, M.H., menegaskan bahwa INACRAFT 2026 bukan hanya sekadar pameran, melainkan sebuah gerakan strategis untuk memperkuat fondasi organisasi dan ekosistem industri kreatif Nusantara. Ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang solid, pelatihan berkelanjutan bagi para pelaku usaha kriya, serta pengelolaan anggaran yang transparan dan efisien agar pameran ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan sektor kerajinan.
“Keberhasilan INACRAFT tidak hanya diukur dari jumlah transaksi atau pengunjung, tetapi juga dari sejauh mana forum ini mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperluas jaringan kerja sama, serta menciptakan peluang pasar baru,” sebutnya.
Ia juga menyoroti peran womenpreneurs dan generasi muda sebagai motor penggerak inovasi, yang perlu difasilitasi melalui program pelatihan dan dukungan anggaran yang tepat sasaran. Dengan pendekatan yang terintegrasi antara organisasi, pelatihan, dan pengelolaan sumber daya, Ia berharap INACRAFT 2026 dapat menjadi tonggak penting dalam menjadikan kriya Nusantara sebagai kekuatan ekonomi kreatif yang berdaya saing global sekaligus berakar kuat pada nilai budaya Indonesia.
