ASIAWORLDVIEW – Batik Merawit Cirebon adalah salah satu teknik membatik tulis khas dari Kabupaten Cirebon yang dikenal dengan kehalusan dan kerumitan motifnya. Teknik ini menggunakan canting berujung sangat kecil untuk menggambar isen-isen atau isian motif berupa garis-garis tipis yang menyerupai rambut atau ranting, sehingga menghasilkan pola yang detail dan elegan.
Dalam ajang Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 yang digelar di Pasaraya Blok M, Jakarta, Batik Merawit Cirebon tampil sebagai ikon utama dan sorotan khusus dari perhelatan dua tahunan tersebut.
“Ajang kali ini memberikan sorotan khusus pada Batik Merawit Cirebon, sebuah teknik membatik dengan pola garis-garis halus yang penuh ketelitian, yang telah memperoleh Indikasi Geografis (IndiGeo) pada November 2024. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk tidak hanya merayakan warisan, tetapi juga mendorong legitimasi dan pengakuan terhadap batik sebagai bagian dari masa depan,” kata Ketua Pelaksana GBN 2025 Gita Ratna Gilangkencana dalam acara pembukaan di Jakarta.
Baca Juga: Ekspor Batik RI Cetak Rekor Baru, Nilainya Capai Rp125 Miliar
Proses pelilinan yang presisi membuat warna pada garis tersebut tampak lebih gelap dibandingkan latar kainnya, menciptakan efek visual yang khas dan memikat. Keunikan ini mencerminkan keterampilan tinggi para perajin di Sentra Batik Trusmi, dan pada November 2024, Batik Merawit resmi memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG), menjadikannya produk batik IG pertama dari Cirebon. Pengakuan ini tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga membuka peluang ekspor dan regenerasi perajin batik di wilayah tersebut.
GBN 2025 mengusung tema “Bangga Berbatik”, dan menghadirkan pertunjukan konseptual bertajuk “Merawit Rasa” yang menampilkan kolaborasi seniman seperti Happy Salma dan Dudy Gunawan. Selain itu, pengunjung dapat menikmati lebih dari 200 booth UMKM batik dan kuliner Nusantara, immersive tunnel multimedia, parade busana kontemporer, hingga sesi live demo membatik dari Paguyuban Batik Cirebon.
“Selain itu, terdapat pertunjukan konseptual Merawit Rasa yang digelar sebagai bagian dari penggalangan dana untuk mendukung program Yayasan Batik Indonesia. GBN 2025 menghadirkan lebih dari 200 stan UMKM batik dan kuliner Nusantara,” ia menambahkan.
