INTERSECTION Hadirkan Dialog Seni Kontemporer di Jakarta

ASIAWORLDVIEW – INTERSECTION hadir di ASHTA District 8 sebagai sebuah ruang kreatif yang menggabungkan seni, desain, dan gaya hidup modern di jantung kawasan SCBD Jakarta. Kehadirannya bukan sekadar membuka toko atau galeri, melainkan menghadirkan sebuah konsep kurasi yang menampilkan karya-karya lintas disiplin dari seniman, desainer, hingga brand lokal maupun internasional.

Bekerja sama dengan V&V Gallery dan Rika Contemporary, INTERSECTION mengangkat gagasan tentang bagaimana seni dapat menjadi titik temu bagi berbagai latar belakang budaya, pengalaman personal, dan cara pandang yang berbeda. Melalui karya-karya yang lahir dari refleksi terhadap memori, budaya populer, kehidupan urban, hingga pengalaman sehari-hari, program ini menghadirkan dialog visual yang terus berkembang antara Jakarta, Tokyo, dan lanskap seni kontemporer global.

“INTERSECTION menjadi titik temu baru bagi komunitas kreatif, pecinta seni, dan masyarakat urban yang mencari inspirasi serta pengalaman berbeda,” kata Robby dari V&V Gallery.

Baca Juga: Menkeu Teuku Riefky: Seni Bukan Sekadar Budaya, tapi Pilar Pembangunan Strategis

Di dalam ruang ini, pengunjung dapat menemukan pameran seni kontemporer, instalasi desain inovatif, hingga produk lifestyle yang dikurasi secara eksklusif. Konsep “intersection” sendiri mencerminkan pertemuan berbagai ide dan perspektif, sehingga setiap kunjungan menghadirkan pengalaman baru yang segar. Selain itu, INTERSECTION juga berfungsi sebagai wadah kolaborasi, di mana seniman dan kreator lokal dapat berinteraksi dengan audiens lebih luas, sekaligus memperkuat ekosistem kreatif Jakarta.

Pameran ini menjadi ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat urban masa kini. Dengan dukungan lokasi premium dan atmosfer modern, INTERSECTION diharapkan menjadi destinasi utama bagi mereka yang ingin mengeksplorasi seni, desain, dan gaya hidup dalam satu ruang terpadu. Kehadirannya memperkaya wajah ASHTA sebagai pusat lifestyle, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota dengan dinamika kreatif yang terus berkembang.

Sejumlah seniman besar dunia maupun Indonesia, yang menjadikan ruang ini sebagai titik temu lintas generasi, geografis, dan budaya. Nama-nama internasional seperti Andy Warhol, Takashi Murakami, Yayoi Kusama, Yoshitomo Nara, hingga Daniel Arsham tampil berdampingan dengan seniman Indonesia seperti A.T Sitompul, Dimas Kurniadi, Fauzan, Joko Nastain, Prabu Perdana, Rizal Kuzma, Svkmatra, Wednesday Lim, dan Zoe. Kehadiran mereka menciptakan percakapan visual yang kaya, memperlihatkan bagaimana praktik seni global dan lokal dapat saling berinteraksi dalam satu ruang kurasi.

Sebagai bagian dari rangkaian program, PARALLEL CONVERSATIONS hadir sebagai pameran yang mempertemukan seniman internasional dan Indonesia melalui beragam perspektif yang berjalan berdampingan. Alih-alih menghadirkan satu narasi tunggal, pameran ini mengajak pengunjung untuk menelusuri percakapan visual yang terbentuk dari perbedaan latar budaya, pengalaman personal, dan cara pandang masing-masing seniman. Referensi budaya populer, media massa, dan praktik visual kontemporer beririsan dengan karya-karya yang berangkat dari memori, keseharian, serta konteks lokal yang lebih intim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *