ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat signifikan di kisaran 5.800–5.838, hari ini, Rabu (10/6/2026). Angkanya naik lebih dari 1% dibanding penutupan sebelumnya di 5.746.
Kenaikan sebesar 57 hingga 91 poin ini mencerminkan optimisme pasar setelah adanya kombinasi faktor domestik dan global yang mendukung. Pergerakan awal IHSG berada dalam rentang 5.744–5.842, dengan 449 saham menguat, 141 melemah, dan 136 stagnan, sehingga kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp9.554 triliun.
IHSG ditopang oleh kombinasi faktor domestik dan global yang menciptakan optimisme investor. Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,50%, yang memberi sinyal kuat terhadap stabilisasi rupiah sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat Tipis, BBCA dan BBNI Pulih
Sentimen global juga membaik setelah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya pasca Iran dan Israel menghentikan serangan satu sama lain, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar terhadap aset berisiko.
Selain itu, saham-saham big caps menjadi motor penggerak indeks dengan performa impresif. BBNI naik 4,59% ke Rp3.420, BBCA menguat 3,40% ke Rp5.150, TPIA tumbuh 4,35% ke Rp2.040, dan BREN naik 2,44%. Kenaikan saham-saham unggulan ini memperlihatkan dukungan kuat dari sektor perbankan dan energi terhadap pergerakan IHSG.
Dari sisi rekomendasi, sejumlah sekuritas memberikan pandangan positif terhadap saham tertentu. BNI Sekuritas merekomendasikan ANTM, BBNI, ISAT, MEDC, BUVA, dan RATU sebagai pilihan menarik. MNC Sekuritas menilai BBNI layak untuk trading buy, serta CDIA, HRTA, dan INET untuk buy on weakness. Sementara itu, Pilarmas Investindo menyarankan ACES, INDF, dan ENRG sebagai saham yang patut diperhatikan.
Penguatan IHSG hari ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia, menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi domestik dan kondisi global yang lebih kondusif. Namun, investor tetap perlu mencermati potensi aksi jual asing dan pergerakan teknikal di area support 5.600 serta resistance 5.950, agar strategi investasi tetap terukur di tengah volatilitas pasar.
