BRICS Berupaya Hentikan Laju Negara-Negara Barat dalam Dominasi Ekonomi Global

KTT BRICS di Kazan, Rusia.(Sputnik)

ASIAWORLDVIEW – BRICS menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2024 di Kazan, Rusia. BRICS bekerja untuk meningkatkan perdagangan dan investasi di antara negara-negara anggota, memberikan alternatif bagi lembaga-lembaga keuangan yang didominasi Barat.

Singkatan dari asosiasi lima negara berkembang utama, Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Negara-negara BRICS dianggap sebagai pemain penting dalam ekonomi global, mewakili sebagian besar populasi dan PDB dunia.

Kelompok ini menegaskan kembali komitmennya untuk mempromosikan tatanan dunia multipolar di mana semua negara memiliki suara yang sama dalam urusan global. Hal ini tercermin dalam seruan deklarasi untuk representasi yang lebih besar dari negara-negara berkembang dan negara yang sedang berkembang di lembaga-lembaga internasional.

Baca Juga: Proyek Ambisius, Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen

Kelompok BRIC awalnya dibentuk pada tahun 2009, dengan Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010, sehingga dinamakan BRICS. Tujuan utama BRICS adalah mempromosikan perdamaian, keamanan, dan pembangunan di negara-negara anggota dan secara global. BRICS juga berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan di antara para anggotanya.

“Kami mencatat munculnya pusat-pusat kekuasaan baru, pengambilan keputusan kebijakan, dan pertumbuhan ekonomi, yang dapat membuka jalan bagi tatanan dunia multipolar yang lebih setara, adil, demokratis, dan seimbang,” kata dokumen itu, seraya menambahkan bahwa sistem ini akan lebih bermanfaat bagi negara-negara berkembang daripada tatanan internasional yang dipimpin oleh Barat saat ini.

Negara-negara BRICS menyambut baik pengaruh yang semakin besar dari organisasi-organisasi regional seperti Uni Afrika dan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO). Organisasi-organisasi ini dipandang sebagai platform penting untuk mempromosikan kerja sama ekonomi, keamanan, dan pertukaran budaya di antara negara-negara anggotanya.