Proyek Ambisius, Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen

Mata uang Rupiah.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Presiden terpilih Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun pemerintahannya. Meskipun terkesan terlalu ambisius karena lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi saat ini, pemerintah optimistis target itu dapat tercapai sesuai skenario Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RJPN) Indonesia Emas 2045.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, pemerintah mendatang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi sebesar 8-8,3% pada tahun ketiga dan 7,8% pada tahun keempat sehingga reratanya di angka 7,7% selama lima tahun. Target itu akan dilakukan melalui rencana jangka pendek dan jangka panjang.

“Jangka pendeknya, program Makan Bergizi Gratis bisa mengerek pertumbuhan ekonomi karena menyerap produk-produk masyarakat lokal sehingga memicu permintaan agregat,” kata Amalia dalam seminar bertema Urgensi Industriliasi untuk Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8% yang berlangsung di Jakarta, dikutip Asiaworldview.com, Jumat (18/10).

Baca Juga: OJK Soroti Literasi Keuangan Generasi Muda di Indonesia

Kementerian PPN/Bappenas akan mendorong sektor potensial yang memicu peningkatan produktivitas hingga menciptakan efek berganda, salah satunya dengan industrialisasi. Ke depannya, pengembangan industri akan semakin terfokus pada hilirisasi industri prioritas seperti industri sumber daya (agrobisnis, tambang, dan sumber daya laut), industri dasar, industri padat karya, industri barang konsumsi berkelanjutan, industri berbasis riset dan inovasi, industri berteknologi menengah tinggi, dan industri kreatif.

“Kita mau industri itu menjadi jangkar dan tulang punggung pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas,” katanya.

Prabowo Subianto dikenal memiliki ambisi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam berbagai kesempatan, ia sering mengemukakan visi dan misi yang fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja.

Ia juga menekankan pentingnya ketahanan pangan dan industri nasional untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui berbagai program dan kebijakan, Prabowo berusaha menarik perhatian investor serta mengembangkan sektor-sektor strategis, seperti pertanian dan manufaktur, untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.