YouTube dan Google Luncurkan Fitur Penggunaan Gadget Sehat untuk Anak

Dora Songco, Product Marketing Manager, Brand & Reputation, Google Indonesia, Kamis (4/6/2026).

ASIAWORLDVIEW – Menjaga digital well-being anak di rumah dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang konsisten dan penuh perhatian dari orangtua. Salah satu langkah utama adalah menetapkan batas waktu penggunaan gadget agar anak tidak terlalu lama terpapar layar.

Selain itu, memastikan mereka memiliki waktu cukup untuk aktivitas fisik, interaksi sosial, dan istirahat. Orang tua juga bisa membiasakan anak untuk menggunakan perangkat digital di ruang keluarga atau area terbuka, sehingga lebih mudah diawasi dan mencegah penggunaan berlebihan secara diam-diam.

Melihat kebutuhan tersebut, Google dan YouTube memperkuat komitmennya untuk membantu orang tua mendampingi anak membangun kebiasaan digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab. Melalui berbagai fitur keamanan bawaan, kontrol keluarga, serta sumber daya edukasi yang dirancang berdasarkan masukan dari pakar perkembangan anak dan pendidik.

“Anak-anak tidak hanya perlu terlindungi saat online, tetapi juga perlu dibekali kemampuan untuk menjadi warga digital yang cerdas dan percaya diri. Di Google dan YouTube, kami percaya bahwa membangun pengalaman digital yang sehat membutuhkan kolaborasi antara teknologi, pemerintah, orang tua, pakar, dan komunitas,” ujar Dora Songco, Product Marketing Manager, Brand & Reputation, Google Indonesia, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga: Google Diminta Jadi `Polisi` Digital, Wujudkan Internet Aman bagi Masyarakat

Orang tua harus memiliki kendali dalam menentukan pengalaman digital yang paling sesuai bagi keluarga mereka. Berbagai fitur dirancang untuk memberikan pengalaman yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Misalnya, mengatur durasi waktu anak-anak mereka saat menonton atau scrolling YouTube

“Kami terus mengembangkan fitur, perlindungan, dan sumber daya yang membantu keluarga mendampingi anak dalam menjelajahi dunia digital secara aman dan bertanggung jawab,” ia menambahkan.

Selain itu, penting untuk mengajarkan anak literasi digital sejak dini, seperti mengenali konten yang sesuai usia, memahami privasi, serta berhati-hati terhadap interaksi online. Kebiasaan sederhana lain adalah membuat rutinitas “screen-free time” sebelum tidur, agar kualitas istirahat anak tidak terganggu oleh cahaya biru dari layar. Orang tua juga dapat memberi contoh dengan menerapkan pola penggunaan gadget yang sehat, misalnya tidak selalu memegang ponsel saat makan bersama atau ketika sedang berinteraksi dengan keluarga.

Dengan kombinasi pengawasan, edukasi, dan teladan, anak akan belajar bahwa teknologi adalah alat yang bermanfaat bila digunakan secara bijak. Kebiasaan kecil ini, bila dilakukan secara konsisten, akan membantu membentuk pola perilaku digital yang sehat, menjaga keseimbangan antara dunia online dan offline, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *