ASIAWORLDVIEW – Presiden Bank Dunia Ajay Banga, memperingatkan bahwa eskalasi konflik Israel-Gaza yang lebih luas dapat membahayakan perekonomian global. Ia memperingatkan potensi konsekuensi ekonomi jika perang tersebut menyebar ke negara-negara yang lebih besar dan kaya sumber daya.
“Hilangnya nyawa – perempuan, anak-anak, warga sipil – sungguh tidak masuk akal bagi semua pihak,” kata Banga. Dia menambahkan bahwa dampak ekonomi sejauh ini masih terbatas namun dapat memburuk jika perang membawa kontributor utama terhadap pertumbuhan global termasuk eksportir komoditas utama.
Menyoroti tingkat kerusakan yang terjadi, Banga memperkirakan bahwa kerusakan akibat serangan Israel di Gaza kemungkinan mencapai antara USD14 miliar hingga USD20 miliar. Sementara pemboman di Lebanon selatan semakin menambah kehancuran di wilayah tersebut.
Baca Juga: OJK Soroti Literasi Keuangan Generasi Muda di Indonesia
“Dampak ekonomi dari perang ini bergantung pada seberapa besar penyebarannya. Jika perang ini menjadi regional, kita berbicara tentang kontributor yang jauh lebih besar terhadap perekonomian dunia – tidak hanya dalam bentuk dolar tetapi juga mineral, logam, dan minyak,” katanya.
Sebagai respons terhadap krisis ini, Bank Dunia telah meningkatkan dukungan keuangannya kepada Otoritas Palestina, dengan memberikan USD300 juta—enam kali lipat dari kontribusi biasanya. Namun, Banga mencatat bantuan ini masih “kecil” dibandingkan kebutuhan yang lebih besar. Bank Dunia juga telah mengumpulkan tim ahli dari berbagai negara, termasuk Israel, Yordania, dan Mesir, untuk mencari solusi lebih lanjut.
“Kita harus mencari cara agar hal ini didiskusikan dan diperdebatkan secara publik dan kemudian mencari sumber daya untuk itu,” kata Banga, seraya menyatakan bahwa upaya ini memerlukan sumber daya swasta dan publik.
Komentar Banga muncul ketika negara-negara Barat mendorong gencatan senjata. Sementara Amerika Serikat terus mendukung Israel dengan mengirimkan bantuan militer tambahan. Konflik yang dimulai setelah serangan Hamas pada bulan Oktober telah menyebabkan ribuan korban jiwa di kedua belah pihak.
