Sri Mulyani Kembali Terpilih Jadi Menteri Keuangan, Tugas Berat Menanti

Menteri Keuangan Sri Mulyani

ASIAWORLDVIEW – Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, mengangkat kembali Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ke dalam kabinet barunya. Membuat perempuan berusia 62 tahun itu menjadikannya orang pertama yang menjabat di kementerian tersebut di bawah tiga presiden yang berbeda.

Sri Mulyani mengonfirmasi penunjukan tersebut kepada para wartawan. Ia sempat melakukan “diskusi yang panjang dan ekstensif” dengan Prabowo. Salah satunya, mengenai pembenahan masalah ekonomi di Indonesia.

Prabowo meminta menyampaikan beberapa prioritasnya mengenai ekonomi, terutama keinginannya untuk memperkuat keuangan negara dalam mengantisipasi sejumlah program pengeluaran yang ambisius.

“Kami telah melakukan beberapa diskusi tentang anggaran negara, karena tim saya menyusun anggaran 2025 selama masa transisi ini. Penting bagi saya untuk memahami prioritas presiden dan wakil presiden terpilih,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga: OJK Soroti Literasi Keuangan Generasi Muda di Indonesia

“Kami secara teratur berkonsultasi satu sama lain untuk membahas strategi untuk memperkuat Kementerian Keuangan dan keuangan negara untuk mendukung program-programnya.”

Pengumuman ini mengonfirmasi laporan-laporan yang telah beredar minggu ini bahwa Prabowo bersiap untuk mempertahankan Sri Mulyani, yang pernah menjabat sebagai direktur eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) dan direktur pelaksana Bank Dunia.

Sri Mulyani juga merupakan salah satu menteri keuangan terlama di Indonesia, yang telah memegang jabatan ini selama beberapa periode di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Selama ini, Sri Mulyani telah mendapatkan penghormatan yang cukup besar di kalangan internasional, terutama karena reformasi sistem perpajakan Indonesia yang kacau dan perannya dalam mengarahkan Indonesia melalui krisis keuangan global dan pandemi COVID-19.