ASIAWORLDVIEW – Mi dan makanan khas Singapura ternyata menjadi sajian populer di Indonesia. Bahkan, bisa menjadi potensi bisnis yang kuat tren masakan Asia yang semakin berkembang secara global, termasuk di pasar seperti Indonesia.
Fredericka Rendy Group Marketing Manager GF Culinary Group menjelaskan, Jumat (8/11/2024), orang di Indonesia sudah familiar dengan makanan mi dan sejenisnya. Juga menikmati variasi yang ditawarkannya.
Store Little Red Dot yang terletak di Central Park, Jakarta, terlihat ramai dikunjungi pelanggan. Apalagi di jam makan siang dan malam, banyak yang penasaran dengan rasa dan keunikan makanannya.
“Mi Singapura merupakan hidangan fusion yang populer di restoran China di seluruh dunia, sehingga mudah disesuaikan dengan berbagai selera lokal, terutama di pasar yang ramai seperti Indonesia,” ia menjelaskan.
Baca Juga: CEO Lazada: Adopsi AI Ubah Wajah Bisnis di Asia Tenggara
Misalnya, pada sajian yang dijajakan di Little Red Dot. Makanan mi dengan topping fish dumpling dan crispy fish fries.
Pembeli bisa memilih jenis mi kecil atau besar, bihun hingga kwetiau.
Makanan ini juga ramah di kantong. Pembeli juga dapat menambahkan protein seperti ayam, udang, atau tahu, sesuai dengan preferensi makanan yang berbeda. Fleksibilitas ini membuka basis pelanggan yang lebih luas.
“Misalnya, Grandma’s Signature Noodle, bisa dipilih juga jenis kuahnya, ada original, manis dengan tomat, atau soya,” ia menambahkan.
Hidangan ini mudah disiapkan untuk mengintegrasikannya ke dalam menu. Layanan ini juga menawarkan perputaran yang cepat, yang sangat penting dalam lingkungan layanan makanan yang sibuk, seperti Little Red Dot.
“Makanan dan minuman di Little Red Dot juga trendi dan Instagramable karena menarik secara visual,” pungkasnya.
Warna kuning cerah dari bubuk kari dan campuran sayuran yang semarak menjadikannya hidangan yang menarik, yang merupakan hal penting dalam budaya makanan saat ini, di mana makanan yang menarik secara visual sering kali mendorong minat pelanggan dan buzz media sosial.
