Kemenangan Donald Trump Bawa Dampak Ekonomi bagi Indonesia

Pengusaha dan Presiden AS Donald Trump.(Newsweek)

ASIAWORLDVIEW – Kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS pada pemilu 2024 diperkirakan akan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Kondisi tersebut karena adanya perubahan kebijakan di Amerika Serikat. Menteri Keuangan Sri Mulyani membahas potensi perubahan ini.

“Banyak kebijakan yang akan berubah karena Trump, sebagai seorang Republikan, memiliki prioritas yang berbeda dengan Presiden Joe Biden, yang merupakan seorang Demokrat,” kata Sri Mulyani.

Ia menyoroti rencana Donald Trump untuk membalikkan inisiatif iklim Biden, termasuk Inflation Reduction Act. Menurut analisis terbaru dari Carbon Brief, di bawah kepemimpinan Trump, AS kemungkinan akan mengalami peningkatan emisi hingga tahun 2030, hampir menyamai output CO2 tahunan gabungan dari Uni Eropa dan Jepang.

Baca Juga: Harga Memecoin Meningkat, Dampak Hasil Pemilu Awal Mayoritas Suara untuk Donald Trump

“Pergeseran ini akan mempengaruhi harga minyak global dan mempengaruhi tren iklim dan energi di masa depan,” jelas Sri Mulyani.

Impor minyak dan gas Indonesia mencapai USD28,5 miliar pada periode Januari-September 2024. Hal ini menandai peningkatan 3,8 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sri Mulyani menyoroti ketahanan ekonomi AS, yang tumbuh sebesar 2,7%, dengan pasar tenaga kerja yang kuat dan tingkat pengangguran yang menurun menjadi 4,1%. Inflasi juga turun menjadi 2,4%, yang mendorong Federal Reserve untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada hari Jumat, menyusul penurunan setengah poin sebelumnya pada bulan September.

“Pemulihan ekonomi AS terjadi di dalam negeri, tetapi sebagai negara ekonomi utama dengan mata uang dolar AS yang dominan secara global, perkembangan ini pasti akan mempengaruhi ekonomi global, termasuk Indonesia,” pungkasnya.