ASIAWORLDVIEW – Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen. Target pertumbuhan ini menjadi basis dari 17 Arah Pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, dimana sektor logistik memainkan peran krusial dalam mewujudkan integrasi ekonomi domestik dan global untuk mewujudkan transformasi ekonomi Indonesia.
Ternyata terdapat tantangan rantai pasok yang memengaruhi kapasitas produksi dan distribusi. Hal itu diungkapkan CEO Paper.id, Yosia Sugialam menekankan pentingnya teknologi dalam mengatasi tantangan yang ada di berbagai sektor supply chain di Indonesia dalam acara Economic & Business Outlook 2025 gelaran Supply Chain Indonesia.
“Tanpa teknologi, rantai pasok akan terhambat oleh proses manual yang lamban, yang pada akhirnya menghalangi pengambilan keputusan yang cepat dan tepat,” ujar Yosia.
Baca Juga: Proyek Ambisius, Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen
Ia menambahkan bahwa adopsi teknologi tidak harus dilakukan secara besar-besaran, namun dapat diterapkan secara bertahap. Hal itu sesuai kebutuhan bisnis.
“Paper.id menawarkan solusi digital yang fleksibel, memungkinkan bisnis untuk memilih teknologi yang paling relevan bagi mereka,” tambahnya.
Yosia juga mengutip laporan PwC tahun 2023 berjudul “Global Supply Chains: The Race to Rebalance”, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang melakukan transformasi digital pada ekosistem supply chain dapat mencapai ROI (return on investment) hingga 12% dalam 22 bulan.
“Dengan kombinasi digitalisasi rantai pasok dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), bisnis dapat menghemat biaya supply chain hingga 6.8% dan meningkatkan 7.7% revenue per tahunnya,” jelas Yosia.
