ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, Senin (24/8/2026), menunjukkan pergerakan yang cenderung menguat tipis di awal pekan. Kondisi ini melanjutkan tren positif dari akhir pekan sebelumnya, bergerak di sekitar level psikologis Rp17.690 per dolar AS.
Rupiah dibuka di kisaran Rp17.689 hingga Rp17.698 per dolar AS. Beberapa sumber mencatat pembukaan di Rp17.690 dan Rp17.693. Secara umum, ini berarti rupiah menguat tipis sekitar 0,01% hingga 0,03% dari posisi penutupan Jumat lalu di Rp17.694, atau melemah tipis 0,02% tergantung sumber data yang digunakan.
Keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% terus memberikan sentimen positif bagi rupiah. Kebijakan ini dinilai berhasil menjaga daya tarik imbal hasil aset di dalam negeri dan menstabilkan nilai tukar.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.805, Didukung Sentimen BI dan Global
Selain itu, dolar AS tertekan oleh kebijakan Departemen Keuangan AS yang meningkatkan operasi pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang. Indeks dolar AS (DXY) terpantau turun di level 98,8. Rupiah bergerak sejalan dengan sejumlah mata uang Asia lainnya yang juga menguat, seperti Won Korea Selatan yang naik 0,35% dan Dolar Taiwan yang naik 0,19%.
Meskipun ada sentimen positif, terdapat sejumlah faktor yang membatasi ruang penguatan rupiah, bahkan menyebabkan pelemahan tipis di beberapa titik. Konflik yang melibatkan AS dan Iran di Timur Tengah masih menjadi ancaman utama. Hal ini menjaga harga minyak mentah dunia tetap tinggi (Brent di USD92,17 per barel dan WTI di USD85,86 per barel), yang dapat membebani rupiah.
Laporan mengenai defisit neraca transaksi berjalan (CAD) kuartal II-2026 yang membengkak menjadi USD12,5 miliar atau 3,3% terhadap PDB memberikan tekanan tersendiri bagi rupiah. Analis memperkirakan pelaku pasar akan lebih banyak melakukan evaluasi terhadap dampak kebijakan global, sehingga ruang apresiasi rupiah cenderung terbatas. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

