ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Senin (24/8/2026), melanjutkan momentum penguatannya yang kuat dan bertahan kokoh di atas level psikologis USD77.000. Kondisi ini melanjutkan reli spektakuler yang dimulai pada pekan sebelumnya.
Kinerja Bitcoin membaik dalam sepekan terakhir. Lonjakan hari ini bukanlah fenomena terisolasi, melainkan puncak dari reli yang sangat kuat.
Selama tujuh hari terakhir, harga Bitcoin tercatat melonjak hingga 23,40%. Bahkan, beberapa sumber menyebutkan kenaikan mingguan mencapai 23,5%. Ini adalah salah satu performa mingguan terbaik yang pernah dicatatkan Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir.
Sentimen paling kuat datang dari Presiden Donald Trump yang kembali mendorong pengesahan “CLARITY Act” di Kongres, sebuah rancangan undang-undang komprehensif untuk memberikan kepastian regulasi bagi industri aset kripto di Amerika Serikat. Langkah ini disambut positif oleh pasar sebagai sinyal adopsi dan pengakuan yang lebih luas terhadap aset digital.
Baca Juga: Bitcoin Masuki Fase Sinyal, Hadapi Ancaman Rantai Ganda
Selain itu, kepercayaan investor institusional terlihat dari derasnya aliran dana ke produk investasi kripto. Bitcoin dan Ethereum ETF spot di AS mencatatkan arus masuk mingguan sebesar USD2,6 miliar, merupakan angka tertinggi sejak Oktober 2025. Lonjakan ini menunjukkan bahwa para pemodal besar kembali mengakumulasi aset kripto.
Pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat turut menjadi pendorong. Kondisi ini membuat aset-aset berisiko seperti Bitcoin menjadi lebih menarik bagi para investor.
Lonjakan harga yang tajam memaksa para trader yang memiliki posisi short (taruhan terhadap harga) untuk menutup posisi mereka. Lebih dari USD3 miliar posisi short dilikuidasi di seluruh pasar kripto. Aksi beli paksa ini menciptakan efek domino yang semakin mendorong harga naik.
Meskipun berada dalam tren bullish yang kuat, pasar tetap diwarnai volatilitas yang tinggi. Setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di atas USD78.000, Bitcoin sempat mengalami koreksi dan berfluktuasi di sekitar level $77.000-an.
Jason Fernandes, salah satu pendiri AdLunam, mengingatkan agar investor tidak terjebak dalam euforia. Menurutnya, tanpa arus masuk ETF yang berkelanjutan dan pelonggaran suku bunga makroekonomi, momentum kenaikan Bitcoin bisa kehilangan tenaganya ketika mencapai level resistensi.

