Rupiah Menguat Tipis, Dampak dari Pelemahan Dolar AS

Foto mata uang Rupiah bersanding dengan Dolar AS.(Antara)

ASIAWORLDVIEW Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS atau USD hari ini, Rabu (15/7/2026), dibuka menguat tipis di kisaran Rp 18.064–Rp 18.070 per USD, setelah sehari sebelumnya ditutup di Rp 18.091. Data spot mencatat posisi di Rp 18.067 per USD pada pukul 09.05 WIB, naik 24 poin atau +0,13% .

Sementara kurs resmi BI berada di Rp 18.099 per USD. Kurs bank besar juga menunjukkan variasi, dengan BCA di Rp 18.040/18.060, Mandiri di Rp 18.080/18.110, BRI di Rp 18.081/18.109, dan BNI di Rp 18.080/18.170.

Penguatan rupiah ini terutama didorong oleh pelemahan indeks dolar AS yang turun ke 100,91 setelah rilis data inflasi Juni 2026 lebih rendah dari perkiraan, sehingga menekan ekspektasi kenaikan suku bunga agresif. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menegaskan sikap hati-hati turut memperkuat persepsi pasar bahwa kebijakan moneter AS akan lebih longgar.

Namun, rupiah tetap dibayangi risiko eksternal, terutama ketegangan geopolitik AS–Iran di Teluk Persia yang memicu blokade laut dan tarif 20% atas kargo di Selat Hormuz, serta penawaran harga minyak global yang berpotensi menekan rupiah dalam jangka menengah.

Baca Juga: Ekosistem Emas Nasional Kumpulkan 153 Ton, Sukses Perkuat Ketahanan Ekonomi

Secara regional, rupiah salah menjadi satu mata uang Asia yang menguat, hanya kalah dari ringgit Malaysia (+0,26%). Yen Jepang, dolar Taiwan, yuan China, dan dolar Singapura juga menguat, sementara won Korea dan baht Thailand melemah. Kondisi ini menunjukkan bahwa rupiah masih mampu mengikuti tren positif regional meski tekanan eksternal cukup besar.

Analis menilai penguatan rupiah pada pertengahan Juli ini bisa bersifat sementara. Volatilitas rupiah tetap tinggi, dengan arah pergerakan sangat bergantung pada data ekonomi AS, kebijakan Fed, serta perkembangan konflik Iran–AS.

Prospek akhir tahun 2026 diperkirakan mampu menahan tantangan baru jika inflasi AS kembali naik atau ketegangan geopolitik semakin memburuk. Dengan demikian, rupiah saat ini berada dalam fase penguatan moderat , namun tetap rentan terhadap faktor eksternal yang dapat mengubah arah pasar secara cepat.

Infografis nilai tukar rupiah 15 Juli 2026
Infografis nilai tukar rupiah 15 Juli 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *