ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Rabu (15/7/2026), dibuka menguat di level 6.068 , naik 28 poin atau 0,47%. Angkanya naik dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan pagi sempat berada di kisaran 6.018–6.074, dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,03 triliun dan volume perdagangan 3,63 miliar saham. Dari total emiten, 295 saham menguat, 235 melemah, dan 435 stagnan , menunjukkan dominasi sentimen positif di awal perdagangan.
Penguatan IHSG ini didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan internal, termasuk pelemahan dolar AS, penguatan rupiah di Rp 18.091 per USD, serta sebagian besar bursa Asia yang bergerak di zona hijau.
Sentimen global turut menopang, di mana Wall Street ditutup menguat setelah data inflasi AS lebih rendah dari perkiraan, menekan ekspektasi kenaikan suku bunga agresif. Secara regional, indeks Asia juga menunjukkan tren positif, seperti Nikkei Jepang (+0,94%) , Hang Seng Hong Kong (+1,15%) , dan Kospi Korea Selatan (+0,73%) , sehingga memberikan dorongan tambahan bagi pasar domestik. Dari sisi sektor, keuangan, barang baku, teknologi, dan energi menjadi motor penguatan IHSG, mencerminkan rotasi sektor yang cukup seimbang.
Baca Juga: Ekosistem Emas Nasional Kumpulkan 153 Ton, Sukses Perkuat Ketahanan Ekonomi
Analis merekomendasikan sejumlah saham untuk perdagangan hari ini, antara lain EMAS dengan spec buy di Rp 5.675–5.725 (target Rp 5.850), WIFI di Rp 1.800–1.830 (target Rp 1.890), INET di Rp 214–218 (target Rp 232), ARCI buy if break Rp 1.050 (target Rp 1.120), HRTA di Rp 1.810–1.840 (target Rp 1.925), serta MBMA yang dinilai memiliki peluang akumulasi di tengah tren penguatan.
Namun terdapat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Aksi jual asing masih terjadi, terutama pada saham-saham perbankan besar seperti BBRI, BMRI, dan BBCA. Selain itu, ketegangan geopolitik AS–Iran dan kenaikan harga minyak berpotensi menekan biaya produksi serta inflasi domestik.
Dari sisi teknikal, IHSG rawan koreksi di area support 5.980–6.000 , dengan resistance di 6.100–6.150 . Secara keseluruhan, IHSG hari ini menunjukkan penguatan moderat yang mendukung sentimen global dan regional, namun tetap membayangkan risiko eksternal yang dapat memicu volatilitas dalam jangka pendek.

