Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.934, Dekati Level Psikologis Rp18.000

Seorang teller bank menjajarkan uang USD dan Rupiah.(Antara)

ASIAWORLDVIEW Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS atau USD, Rabu (22/7/2026), dibuka melemah ke level sekitar Rp 17.930–Rp 17.934 per USD dibuka dari penutupan sebelumnya dan sebagai dasar perpajakan. Angkanya sempat turun 0,26% dari penutupan sebelumnya.

Kurs spot Bloomberg pada pukul 09.05 WIB mencatat Rp 17.934/USD. Sementara kurs referensi Bank Indonesia berada di Rp 17.909/USD dengan kurs jual Rp 17.998/USD dan kurs beli Rp 17.819/USD.

Kurs KMK untuk periode 22–28 Juli ditetapkan di Rp 18.056/USD sebagai dasar perpajakan, menegaskan bahwa rupiah bergerak mendekati level psikologis Rp 18.000/USD. Perdagangan bank-bank besar juga menunjukkan pelemahan tipis, dengan BCA mencatat kurs beli Rp 17.912 dan kurs jual Rp 17.932, Mandiri kurs beli Rp 17.920 dan kurs jual Rp 17.950, BRI kurs beli Rp 17.872 dan kurs jual Rp 17.899, serta BNI kurs beli Rp 17.912 dan kurs jual Rp 17.942.

Baca Juga: Potret Inklusi dan Fenomena Kesenjangan Akses Perbankan di Jantung Jakarta

Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari faktor eksternal. Geopolitik AS–Iran yang kembali memanas meningkatkan harga minyak mentah dunia, memperkuat dolar AS sebagai aset aman, dan menekan mata uang negara berkembang. Indeks dolar AS stabil di kisaran 101,171. Angkanya mendekati level tertinggi sepekan, menandakan kekuatan greenback yang menambah tekanan pada rupiah.

Dari sisi domestik, pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur BI dengan ekspektasi suku bunga tetap di 5,75%. Namun, adanya defisit perdagangan sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026 , yang merupakan defisit pertama dalam enam tahun, turut mendorong sentimen terhadap rupiah.

Rupiah menunjukkan pelemahan moderat namun tetap berada dalam kisaran perdagangan Rp 17.850–Rp 18.000/USD . Kondisi ini menandakan bahwa rupiah masih rentan terhadap guncangan eksternal, terutama harga minyak dan konflik geopolitik. Jika BI memutuskan menaikkan suku bunga, rupiah berpotensi stabil.

Jika suku bunga ditahan, pelemahan bisa berlanjut. Bagi investor dan pelaku pasar, level Rp 18.000 menjadi titik kritis yang perlu diwaspadai, karena menembus level tersebut dapat memicu tekanan psikologis lebih besar terhadap pasar keuangan domestik.

Infografis Rupiah
Infografis Rupiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *