ASIAWORLDVDDIEW – Rogbid kembali memperluas lini perangkat wearable-nya dengan meluncurkan VisionMax, sepasang smart glasses terbaru yang mengintegrasikan kamera, audio open-ear, dan fitur Artificial Intelligence atau AI bawaan dalam satu perangkat yang ringkas. Kehadiran VisionMax menandai langkah Rogbid memasuki segmen smart glasses yang semakin kompetitif, di mana produsen berlomba menghadirkan perangkat yang tidak hanya fungsional tetapi juga nyaman dipakai sehari-hari.
Dari sisi desain, VisionMax menggunakan frame berbahan TR90, sejenis plastik fleksibel yang umum digunakan pada kacamata konvensional, sehingga bobotnya ringan dan lentur. Engsel logam elastis dipasang untuk mengakomodasi berbagai ukuran kepala, sehingga pengguna dengan bentuk wajah berbeda tetap bisa memakainya dengan nyaman. Perangkat ini juga mengantongi rating IP66, yang berarti terlindung dari debu dan cipratan air ringan, sehingga cukup aman digunakan saat beraktivitas di luar ruangan atau saat cuaca kurang bersahabat.
Spesifikasi kamera menjadi salah satu daya tarik utama VisionMax. Rogbid membenamkan kamera Sony IMX388D beresolusi 20 megapiksel ke dalam frame kacamata, memungkinkan pengguna merekam video first-person 4K pada 30fps atau 60fps. Untuk mengurangi guncangan saat merekam, perangkat ini dilengkapi giroskop enam sumbu dan electronic image stabilization (EIS), sehingga hasil rekaman tetap stabil meskipun digunakan sambil berjalan, bersepeda, atau melakukan aktivitas lain yang melibatkan gerakan tubuh.
Dalam praktiknya, kombinasi ini membuat VisionMax cocok untuk vlogging, dokumentasi perjalanan, atau sekadar merekam momen spontan tanpa perlu mengeluarkan ponsel. Kamera yang terintegrasi di frame juga memberikan sudut pandang orang pertama yang lebih imersif dibandingkan merekam dengan ponsel, karena apa yang dilihat mata pengguna secara langsung terekam oleh perangkat.
VisionMax juga dibekali baterai berkapasitas 290mAh. Menurut produsen, baterai tersebut mampu memberikan sekitar delapan hingga sembilan jam pemutaran audio standar, meskipun merekam video 4K secara terus-menerus tentu akan mengurangi durasi tersebut secara signifikan.
Baca Juga: Caviar Odyssey: Ray-Ban Wayfarer Jadi Kacamata Mewah Berbalut Emas
Untuk menghemat daya, Rogbid menyematkan sensor pemakaian inframerah yang secara otomatis menempatkan kacamata ke mode tidur berdaya rendah ketika dilepas. Fitur ini terlihat sepele, tetapi dalam penggunaan sehari-hari sangat membantu memperpanjang masa pakai baterai, terutama bagi pengguna yang sering melepas dan memakai kacamata secara bergantian.
Dari sisi komputasi, VisionMax ditenagai chip Allwinner V881 dan mendukung Wi-Fi 6 untuk transfer data yang lebih cepat ke smartphone. Dukungan Wi-Fi 6 menjadi nilai tambah, terutama ketika pengguna perlu mengunggah video 4K berukuran besar ke ponsel atau cloud tanpa harus menunggu terlalu lama.
Pada sisi perangkat lunak, Rogbid mengintegrasikan fitur AI yang diaktifkan dengan suara dan didukung oleh large language model. Menggunakan mikrofon bawaan, pengguna dapat meminta sistem untuk mengidentifikasi objek yang berada di depan pandangan, menerjemahkan antara 139 bahasa, atau menjawab pertanyaan umum secara hands-free. Bayangkan sedang berjalan di pasar tradisional di negara asing, melihat tulisan yang tidak dimengerti, lalu cukup mengucapkan perintah untuk menerjemahkannya secara real-time. Fitur-fitur semacam ini menunjukkan bahwa smart glasses tidak lagi sekadar perangkat audio atau kamera, tetapi mulai bergerak menuju asisten pribadi yang selalu menyertai pengguna di setiap aktivitas.
Untuk audio, VisionMax mengandalkan sistem speaker open-ear yang terintegrasi di bagian tangkai kacamata. Desain ini memungkinkan pengguna mendengarkan musik atau respons AI tanpa menutup telinga, sehingga tetap sadar terhadap lingkungan sekitar. Ini adalah keunggulan tersendiri dibandingkan earphone konvensional, terutama bagi pengguna yang bersepeda, berlari, atau berjalan di jalan raya, di mana kesadaran situasional sangat penting untuk keselamatan. Selain itu, VisionMax dilengkapi mikrofon ganda dengan environmental noise cancellation (ENC) untuk panggilan suara dan perintah suara yang lebih jernih, bahkan di lingkungan yang bising.
Pengguna dapat mengontrol kacamata melalui tombol fisik, slider sensitif sentuh di frame, atau aplikasi pendamping di ponsel. Kombinasi kontrol fisik dan sentuh ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk memilih cara interaksi yang paling nyaman sesuai situasi.
