ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah, Jumat (14/8/2026), di tengah sikap hati-hati investor yang menantikan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. IHSG dibuka turun 5,18 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.296,59. Pelemahan ini terlihat di berbagai sumber dengan level yang sedikit bervariasi, mulai dari 6.290,36 hingga 6.286,15.
Sepanjang perdagangan pagi, indeks bergerak mendatar (sideways) di kisaran 6.230-6.370, berusaha menguat sesaat hingga menyentuh level 6.315, namun kembali tertekan. Mayoritas sektor saham berada di zona merah, dengan sektor transportasi dan logistik turun 0,78 persen dan sektor barang baku melemah 0,42 persen. Di antara saham unggulan LQ45, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi salah satu yang paling tertekan, turun 2,55% ke Rp1.470 per saham.
Fokus utama pasar pada hari itu adalah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR dan penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027. Investor mencermati arah kebijakan fiskal, target pertumbuhan ekonomi, asumsi kurs rupiah, dan strategi pembiayaan yang akan menjadi acuan pembangunan ke depan. Program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinanti karena berdampak pada belanja negara dan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Potret Inklusi dan Fenomena Kesenjangan Akses Perbankan di Jantung Jakarta
Sentimen negatif juga datang dari pengumuman hasil Morgan Stanley Capital International (MSCI) August 2026 Index Review, yang menyatakan tidak ada saham Indonesia baru yang ditambahkan ke dalam indeks global. Bahkan, saham GOTO dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index dan CPIN diturunkan dari Global Standard ke Small Cap Index.
Dari eksternal, data Consumer Price Index (CPI) AS periode Juli 2026 di level 3,4% (year-on-year) dan Producer Price Index (PPI) yang stagnan memberikan harapan arah kebijakan suku bunga AS yang lebih dovish. Meski demikian, sentimen positif ini belum cukup mendorong penguatan signifikan di tengah antisipasi pidato kenegaraan.
Indeks sebelumnya telah mengalami tekanan pada penutupan Kamis (13/8), di mana IHSG anjlok 1,13% ke level 6.301,77 setelah sehari sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini merupakan kelanjutan dari dampak pengumuman MSCI yang memicu aksi jual di saham-saham tertentu.
