IHSG Terkoreksi, Dampak dari Tekanan Global

Ilustrasi pergerakan harga saham

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (24/7/2026) di zona merah, melanjutkan tren pelemahan dari hari sebelumnya yang dipicu oleh sentimen global yang memburuk. Pada penutupan perdagangan Kamis (23/7), IHSG memang telah melemah 0,30% ke level 6.315,31. Hari ini, perdagangan dibuka dengan pelemahan signifikan, melanjutkan tren negatif dari bursa saham utama Eropa dan Wall Street

Pelemahan IHSG terjadi akibat kombinasi sentimen global yang saling memperkuat. Tekanan terbesar datang dari mendorong harga minyak yang menembus level psikologis USD 100 per barel setelah serangan Houthi terhadap kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah mengganggu distribusi energi dunia.

Kenaikan harga minyak ini memicu ekspektasi inflasi global dan kekhawatiran bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Selain itu, kebijakan tarif impor AS sebesar 10%–12,5% terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia, menambah wawasan dan menekan sentimen pasar.

Baca Juga: Potret Inklusi dan Fenomena Kesenjangan Akses Perbankan di Jantung Jakarta

Dampak juga negatif terlihat dari pelemahan bursa Asia yang kompak dibuka di zona merah, dengan Nikkei 225 Jepang turun 2,90%, KOSPI Korea Selatan anjlok 4,45%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,11%, dan Shanghai Composite terkoreksi 0,88%.

Pelemahan IHSG terjadi hampir merata di seluruh sektor. Dari 11 indeks sektoral, hanya sektor properti yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 2,24%. Sektor lain yang terkoreksi kompak, seperti barang konsumen nonprimer (-2,14%), bahan baku (-1,94%), infrastruktur (-1,60%), dan keuangan (-1,37%).

Tekanan terbesar datang dari saham berkapitalisasi besar, termasuk saham-saham grup Barito milik Prajogo Pangestu yang kompak melemah. Saham perbankan juga tertekan, dengan BMRI turun 3,20% dan BBCA melemah 1,59%, sehingga menambah beban pada indeks.

Secara teknis, analis memperkirakan IHSG masih berisiko terkoreksi lebih dalam. Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpotensi menguji support di 6.200–6.250. Sementara Kiwoom Sekuritas Indonesia menambahkan bahwa jika tekanan jual berlanjut, indeks bisa menguji area support di 6.262, 6.181, hingga 6.103.

Di sisi lain, jika IHSG mampu kembali menguat, resistensi terdekat berada di 6.377–6.394 , kemudian 6.454 . Secara keseluruhan, pelemahan IHSG pada hari ini mencerminkan dampak kuat dari kombinasi faktor eksternal — mulai dari geopolitik, kebijakan perdagangan AS, hingga pelemahan regional — yang menekan sentimen investor dan meningkatkan risiko koreksi lanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *