IHSG Dibuka Menguat, Berbalik Melemah di Awal Sesi

Ilustrasi pergerakan harga saham.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) har ini, Senin (7/9/2026), dibuka dengan sentimen positif, menguat 15,61 poin atau 0,24% ke level 6.652,09. Penguatan ini terjadi setelah pada Jumat pekan lalu (4 September 2026), IHSG ditutup melemah 0,47% atau 31,41 poin ke level 6.636,47, yang juga diikuti oleh aksi jual bersih investor asing sebesar Rp317,01 miliar.

Namun, momentum positif di awal perdagangan tidak bertahan lama. Hanya sekitar tiga menit setelah pembukaan, IHSG berbalik arah dan masuk ke zona merah. Indeks sempat menyentuh level tertinggi sementara di 6.662,61 pada awal sesi, sebelum kemudian turun ke level terendah di kisaran 6.620-6.627.

Pergerakan IHSG pada hari itu menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, berfluktuasi di antara dua zona (hijau dan merah) sepanjang awal perdagangan. Para analis memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support di 6.575-6.600 dan resistance di 6.705-6.718.

Dari sisi sektoral, penguatan IHSG terutama ditopang oleh sektor Kesehatan yang menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan signifikan hingga 2,96%. Sektor Energi juga mencatat penguatan sebesar 1,39%, diikuti oleh sektor Properti, Transportasi, Infrastruktur, dan Keuangan yang juga berada di zona hijau.

Sementara itu, beberapa sektor justru mengalami pelemahan, di antaranya sektor Industri yang turun 0,06%, serta sektor Teknologi dan Barang Baku yang masing-masing terkoreksi 0,12%. Secara keseluruhan, mayoritas sektor saham diperdagangkan di zona hijau pada awal sesi.

Baca Juga: IHSG Sempat Sentuh 6.704, Berbalik ke Zona Merah

Di level individual, sejumlah saham mencatatkan pergerakan yang menarik. Di jajaran top gainers, saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) memimpin dengan lonjakan hingga 30,56%, diikuti oleh PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) yang naik 22,42%, PT Haloni Jane Tbk (HALO) menguat 21,74%, serta PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang naik 19,50%. Sementara itu, di antara saham-saham unggulan LQ45, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi top gainer dengan kenaikan 5,2%, diikuti oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang naik 3,5%, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang menguat 3,3%. Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari saham PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) yang turun 10,49%, sementara di jajaran top losers LQ45, posisi teratas ditempati oleh PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang turun 3,1%, diikuti PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang melemah 1,9%, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) yang turun 1,4%.

Aktivitas perdagangan pada hari itu terbilang cukup ramai. Volume perdagangan saham di BEI mencapai 7,55 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,4 triliun pada pagi hari. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 277 saham melemah, 227 saham menguat, dan 212 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat di kisaran Rp11,6 triliun.

Pergerakan IHSG pada hari itu dipengaruhi oleh sejumlah sentimen baik dari dalam maupun luar negeri. Dari sisi global, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi perhatian utama pasar karena berpotensi mengganggu pengiriman energi melalui Selat Hormuz dan mendorong kenaikan harga minyak global, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.

Selain itu, data ketenagakerjaan AS yang kuat juga masih menjaga ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter The Fed. Namun di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 mulai berkurang setelah salah satu Gubernur The Fed menyatakan dukungan untuk mempertahankan suku bunga apabila tekanan harga terus mereda, yang kemudian memberikan dorongan terhadap aset berisiko di sejumlah pasar Asia. Dari kawasan Asia, kebijakan pemerintah China yang mengumumkan suntikan modal sekitar 54 miliar dolar AS kepada perusahaan asuransi dan bank milik negara juga turut menjadi perhatian.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati sejumlah data ekonomi yang akan dirilis Bank Indonesia pada pekan tersebut, termasuk data cadangan devisa yang dijadwalkan rilis pada hari itu juga, serta data indeks keyakinan konsumen pada Rabu mendatang. Selain itu, erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, juga menjadi sentimen yang diperhatikan karena berpotensi menekan aktivitas transportasi, pariwisata, serta distribusi barang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *