ASIAWORLDVIEW – Indonesia saat ini tengah mengintensifkan diplomasi perdagangan dengan Washington untuk memperoleh pengecualian tarif atas ekspor minyak sawit. Apalagi di tengah rencana Amerika Serikat menetapkan kebijakan dagang yang lebih luas. Upaya ini mencerminkan pentingnya minyak sawit sebagai komoditas strategis bagi Indonesia, baik dari sisi devisa maupun keberlanjutan sektor agribisnis.
“Kami meminta agar minyak sawit dikecualikan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan.
Upaya ini dilakukan setelah Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) memberlakukan tarif 10 persen terhadap sejumlah barang Indonesia tertentu menyusul penyelidikan Pasal 301 terkait kerja paksa dalam rantai pasokan global. Menurut Airlangga, Indonesia termasuk di antara 17 negara dan wilayah, termasuk India, Malaysia, Meksiko, dan Inggris—yang dikenai tarif sebesar 10 persen.
Baca Juga: Indonesia Pelpor B50, Pemerintah Pastikan Tak Ganggu Ekspor Sawit
Negara-negara yang dianggap kurang patuh terhadap standar anti-pekerja paksa akan dikenai tarif yang lebih tinggi, yaitu 12,5 persen. Dengan adanya tarif tambahan, daya saing minyak sawit Indonesia di pasar AS bisa tertekan, sehingga diplomasi menjadi instrumen utama untuk melindungi kepentingan nasional.
Selain itu, langkah ini juga menunjukkan bagaimana Indonesia berusaha menyeimbangkan hubungan dagang dengan mitra besar sambil menjaga posisi sawit sebagai bagian penting dari rantai pasok global. Jika berhasil, pengecualian tarif tidak hanya akan memperkuat ekspor, tetapi juga memberi sinyal positif bagi stabilitas hubungan ekonomi bilateral dan memperluas peluang investasi di sektor agribisnis berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa temuan AS menunjukkan Indonesia “relatif patuh” dibandingkan dengan banyak dari 60 negara yang dievaluasi. Penyelidikan terkait kerja paksa telah mengalami kemajuan, penyelidikan terpisah yang dilakukan USTR mengenai kelebihan kapasitas industri masih belum terselesaikan.
“Masalah kelebihan kapasitas masih dalam penyelidikan, dan kami telah menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan hal tersebut,” ia menambahkan.

