Galeri Indonesia Kaya Rayakan Momen Spesial dengan Musikal Menanggung Dua Panggung

ASIAWORLDVIEW – Galeri Indonesia Kaya merayakan hari jadinya yang ke-13 dengan menghadirkan pertunjukan musikal bertajuk “Menanggung Dua Panggung” pada 23 dan 24 Oktober 2026. Pertunjukan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, menjadi bukti nyata dari komitmen Galeri Indonesia Kaya dalam mendukung regenerasi talenta seni pertunjukan Indonesia. Dibawakan oleh 15 peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya, pertunjukan ini menjadi kelanjutan dari proses pelatihan dan pengalaman belajar mereka di dunia seni pertunjukan, sekaligus momen bagi mereka untuk menunjukkan hasil kerja keras dan dedikasi selama berbulan-bulan.

“Selama 13 tahun, Galeri Indonesia Kaya berupaya terus tumbuh bersama Indonesia dengan menghadirkan ruang bagi talenta muda untuk belajar dan mengembangkan potensi serta ekosistem seni pertunjukan secara langsung. Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk mendukung proses belajar dan regenerasi talenta seni pertunjukan. Melalui Menanggung Dua Panggung, para peserta melanjutkan perjalanan mereka dari pelatihan menuju penciptaan dan pementasan karya. Kami berharap, karya ini dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan ekosistem seni pertunjukan sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya. 

Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya sendiri merupakan program yang diinisiasi Indonesia Kaya sejak 2019 untuk mengembangkan talenta seni panggung dan mendukung regenerasi pelaku teater musikal di Indonesia. Pada Mei 2025, sebanyak 45 peserta batch ketiga menyelesaikan program pelatihan selama delapan bulan. Dari jumlah tersebut, 15 peserta mendapat kesempatan mengikuti pelatihan musikal bersama West End Stage di London pada Desember 2025—sebuah pengalaman langka yang kemudian mereka bawa kembali ke Indonesia untuk diwujudkan dalam pementasan “Menanggung Dua Panggung”.

Baca Juga: Jurnalis Naik Panggung: Fragmen Musikal Payung Fantasi Merayakan 13 Tahun Galeri Indonesia Kaya

“Menanggung Dua Panggung” mengisahkan Ranting, seorang pemain teater yang juga menjadi tulang punggung keluarga. Sebagai bagian dari Teater Jalar, Ranting menjalani mimpinya sebagai pemeran utama. Namun, setelah lulus kuliah, ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di tengah tuntutan pekerjaan dan kecintaannya pada dunia teater, Ranting mulai mempertanyakan arti kesuksesan serta apakah sorotan panggung benar-benar menentukan nilai dirinya. Pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit ini menggunakan naskah orisinal dengan format musikal jukebox yang memadukan dialog, musik, dan gerak panggung.

Ceritanya disampaikan melalui tujuh lagu, yaitu “Keroncong Kemayoran”, “Semua Ini Untuk Apa” karya Donne Maulana, “Makin Lelah” karya Payung Teduh, “Melukis Senja” karya Budi Doremi, “Sempurnanya Aku” karya NPD, “Hasrat Menyala” karya Mus Mulyadi, dan “Kroncong Protol” karya Bondan Prakoso & Fade2Black. Setiap lagu bukan sekadar selingan, melainkan bagian dari narasi yang mengantar penonton memahami pergulatan batin Ranting—sebuah cerita yang resonan dengan banyak orang yang pernah berada di persimpangan antara passion dan kewajiban.

Proses produksi “Menanggung Dua Panggung” juga melibatkan alumni program Intensif Musikal Budaya dalam sejumlah peran kreatif. Aldafi Adnan bertindak sebagai sutradara, Mariska Setiawan sebagai pengarah vokal, dan Ayu Gurnitha sebagai koreografer. Keterlibatan mereka menjadi kesempatan untuk meneruskan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti program ke dalam produksi karya baru—sebuah siklus regenerasi yang sehat, di mana alumni tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mentor dan pemimpin kreatif bagi generasi berikutnya.

Naskah “Menanggung Dua Panggung” ditulis oleh Aprillia Ramadhina dan Jessica Gabriella, peserta Ruang Kreatif Penulisan Naskah Teater Musikal, dengan bimbingan penulis naskah profesional Widya Arifianti. Aprillia telah berkarier di industri media dan konten selama lebih dari satu dekade dan pernah menulis naskah musikal “Anugerah Terindah” bersama Agus Noor. Sementara itu, “Menanggung Dua Panggung” menjadi debut Jessica sebagai penulis musikal—lulusan pendidikan Kimia Institut Teknologi Bandung yang menjadikan menulis sebagai ruang untuk mengeksplorasi pengalaman manusia, hubungan, impian, dan perjalanan menemukan diri sendiri.

Salah satu peserta, Herve Pierre Sidharta, yang juga merupakan Abang Jakarta 2026, menyampaikan bahwa pementasan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menerapkan pengalaman belajar mereka di atas panggung. “Kesempatan untuk mementaskan Menanggung Dua Panggung menjadi pengalaman berharga bagi saya dan teman-teman. Setelah mendapat kesempatan untuk belajar lebih dalam bersama West End Stage di London, kini kami bisa membawa pengalaman tersebut ke panggung dan tampil di hadapan penikmat seni di rumah kami, Galeri Indonesia Kaya. Ada kebahagiaan tersendiri bisa sampai di tahap ini, setelah melalui proses belajar, mengolah cerita, dan bekerja sama dalam mewujudkan pertunjukan. Melalui karya ini, kami juga ingin mengajak penonton melihat bagaimana seseorang berusaha menyeimbangkan tanggung jawab dan impiannya,” ujar Herve. Pernyataan ini menangkap esensi dari pertunjukan: bukan hanya soal teknik vokal atau akting, tetapi tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan terus berjuang meski harus menanggung dua panggung sekaligus—panggung mimpi dan panggung kenyataan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *