ASIAWORLDVIEW – Teh Earl Grey populer sejak abad ke-19 karena aroma khas bergamot yang memberi cita rasa segar dan elegan. Hingga kini, rasanya pun unik di lidah.
Rasanya yang segar dengan sentuhan floral citrus yang khas berhasil menempatkan Earl Grey di posisi paling ikonik di antara ribuan jenis teh global, menemani waktu santai kaum bangsawan hingga menjadi pilihan utama para pecinta teh di kafe-kafe modern.
Asia World View mengutip dari BBC, Jumat (24/7/2026), sejak pertama kali muncul pada abad ke-19, teh hitam dengan aroma khas bergamot ini telah melampaui fungsi minuman untuk menjadi simbol keanggunan, status sosial. Bahkan sebuah narasi romantis yang mengiringi setiap seduhan.
Nama “Earl Grey” sendiri merujuk pada Charles Grey, Perdana Menteri Inggris yang menjabat dari tahun 1830 hingga 1834. Tokoh politik yang dikenal karena mengesahkan Reform Act 1832 serta berperan dalam penghapusan perbudakan di Kerajaan Inggris ini secara tak terduga meninggalkan warisan yang lebih harum di dunia kuliner dibandingkan di koridor kekuasaan.
Baca Juga: Self-Care Kini Menjadi Pondasi Gaya Hidup Modern
Kisah populer yang paling sering diceritakan adalah bahwa seorang warga China memberikan hadiah resep teh beraroma bergamot kepada Grey sebagai tanda terima kasih karena telah menyelamatkan putranya dari musibah di laut. Namun, catatan sejarah membuktikan bahwa Charles Grey tidak pernah menginjakkan kaki di Cina, menjadikan kisah ini lebih sebagai mitos romantis yang menghiasi perjalanan teh tersebut daripada fakta yang terverifikasi.
Ada juga kisah berbeda yang beredar luas. Earl Grey sebenarnya lahir dari kecerdikan para pedagang teh di London. Di masa ketika persaingan bisnis teh sedang ketat, menyematkan nama seorang bangsawan terkenal pada sebuah campuran teh adalah langkah pemasaran yang cemerlang.
Para merchant menciptakan campuran teh hitam dengan tambahan minyak bergamot dan menamainya “Earl Grey’s Mixture” untuk memberikan aura eksklusivitas dan status sosial, sekaligus memanfaatkan popularitas politik Charles Grey yang sedang naik daun. Strategi ini berhasil luar biasa, karena kelas aristokrat dan kalangan atas dengan cepat mengadopsi teh ini sebagai bagian dari gaya hidup mereka, mengangkat Earl Grey dari sekadar produk dagang menjadi simbol kemewahan dan refinement.
Keistimewaan Earl Grey tidak akan pernah lepas dari bahan utamanya: minyak bergamot yang berasal dari buah jeruk yang tumbuh di wilayah Calabria, Italia. Aromanya yang segar, floral, dan sedikit pahit memberikan dimensi rasa yang unik pada teh hitam yang kuat. Namun, ada alasan praktis di balik popularitasnya di Inggris. Air di sebagian besar wilayah Inggris pada abad ke-19 memiliki kandungan kapur yang tinggi sehingga terasa “keras” dan memengaruhi rasa teh. Aroma bergamot yang tajam dan citrus ternyata sangat efektif untuk menutupi rasa tidak sedap dari air tersebut, menjadikan Earl Grey pilihan yang tidak hanya nikmat tetapi juga praktis. Kombinasi cita rasa yang elegan dan fungsi praktis ini membuatnya cepat diterima di berbagai kalangan, dari rumah-rumah bangsawan hingga kedai teh perkotaan.
Memasuki abad ke-20 dan seterusnya, merek-merek besar seperti Twinings memainkan peran besar dalam memperkenalkan Earl Grey ke pasar global. Produksi massal dan distribusi yang luas menjadikan teh ini standar internasional. Namun, seiring waktu, Earl Grey tidak berhenti pada varian klasiknya. Kini, kita dapat menikmati Earl Grey versi hijau, oolong, bahkan herbal yang dipadukan dengan bahan-bahan modern seperti lavender, vanilla, atau lemon.
