ASIAWORLDVIEW – Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Air, Retno Marsudi, menegaskan bahwa isu keamanan air tidak lagi semata-mata merupakan persoalan lingkungan, melainkan telah berkembang menjadi persoalan keamanan ekonomi, ketahanan pangan, dan nasional. Dalam pidato kuncinya di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di Jakarta, Selasa (6/10/2026), ia menyatakan bahwa air memengaruhi bagaimana perekonomian tumbuh.
Ia juga menyoroti bagaimana kota-kota berfungsi, bagaimana pangan diproduksi, serta bagaimana masyarakat menghadapi perubahan iklim. Ia melihat pergeseran penting dalam kebijakan pembangunan: air bukan lagi dipandang sebagai komoditas sosial yang terpisah dari agenda ekonomi, melainkan sebagai input produktif dan aset strategis yang menentukan daya saing suatu negara.
“Seiring pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi, kebutuhan akan air terus meningkat, sementara perubahan iklim dan pencemaran semakin menambah tekanan terhadap sumber daya air. Ini adalah persoalan sisi permintaan dan penawaran yang bergerak berlawanan arah: demand naik cepat, supply terdegradasi,” sebutnya.
Baca Juga: Menteri Rosan Roeslani: KITAS Terbit 6 Hari, Dorong Kepastian Investasi
Tantangan sektor air saat ini, tambahnya, bukan lagi sekadar meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya air, tetapi memastikan berbagai solusi dapat diterapkan dengan skala dan kecepatan yang dibutuhkan. Ini juga menjadi persoalan scaling up—banyak teknologi, kebijakan, dan praktik terbaik sudah tersedia.
“Air memengaruhi bagaimana perekonomian tumbuh, bagaimana kota-kota kita berfungsi, bagaimana kita memproduksi pangan, serta bagaimana masyarakat menghadapi perubahan iklim. Padahal kebutuhan akan air juga terus meningkat,” ia menambahkan.
Retno menyerukan agar dunia beralih dari sekadar merespons krisis air menuju pengelolaan air yang lebih bijaksana. Selain itu, mempersiapkan diri sebelum krisis terjadi.
Ia juga menekankan pentingnya memadukan air, transportasi, energi, perumahan, dan berbagai layanan perkotaan jika ingin menjadikan kota-kota lebih tangguh dan layak huni. Selain itu, memobilisasi pembiayaan, inovasi, dan talenta.
“Kita perlu menjadikan sektor air sebagai prioritas investasi, mengembangkan proyek-proyek yang mampu menarik pembiayaan, serta memperkuat keterampilan, kelembagaan, dan inovasi yang dibutuhkan untuk mewujudkannya,” pungkasnya.
