BTC Turun hingga USD81.000 di Tengah Gelombang Risk-Off Pasar Global

Bitcoin (

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan dan bergerak di sekitar level USD81.000 hingga USD82.000 pada Jumat (23/10/2026), setelah sebelumnya sempat mencoba menembus resistance di kisaran USD84.800. Namun gagal dan berbalik melemah.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada pagi hari, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD81.567 hingga USD84.840 dalam 24 jam terakhir. Harga terakhir tercatat sekitar USD81.600, turun sekitar 2,3 persen dibandingkan sehari sebelumnya.

Pergerakan intraday hari ini memperlihatkan pola pembalikan yang tajam. Bitcoin sempat melesat ke arah US$84.800 hingga USD85.000 pada awal sesi, namun tekanan jual di zona tersebut terlalu kuat untuk ditembus. Harga kemudian mundur dengan cepat, menembus level USD84.000 dan USD83.000 secara berurutan, sebelum mencapai titik terendah harian di sekitar USD81.000.

Setelah penurunan tersebut, tekanan jual sedikit mereda dan harga berkonsolidasi sempit di kisaran USD81.200 hingga USD81.600. Data likuidasi menunjukkan sekitar USD431 juta posisi terhapus dalam 24 jam, mencerminkan betapa cepatnya perubahan sentimen pasar.

Baca Juga: Industri Kripto Usulkan Tarif PPh Transaksi Turun Jadi 0,1%

Pemicu utama pelemahan hari ini bukanlah faktor internal kripto, melainkan gelombang risk-off di pasar saham global, khususnya sektor teknologi dan AI. Nasdaq Composite tercatat anjlok 2,6 persen, koreksi harian terbesar sejak Juni, setelah laporan keuangan Meta dan Tesla mengecewakan pasar.

Aksi jual di saham-saham AI dan teknologi merambat ke aset berisiko lainnya, termasuk Bitcoin, seiring investor beralih ke aset safe haven. Selain itu, lonjakan harga minyak turut memperburuk sentimen dengan meningkatkan kekhawatiran inflasi dan biaya pendanaan, yang secara historis cenderung menekan aset spekulatif seperti kripto.

Meskipun demikian, aliran dana ke ETF Bitcoin spot AS sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, namun belum cukup kuat untuk menopang harga di tengah badai sentimen global, Indeks Fear & Greed turun ke level 50 dari sebelumnya 68, berpindah dari zona “Greed” ke “Neutral”, mencerminkan meredanya optimisme pasar .

Dari perspektif teknikal, Bitcoin saat ini berada di zona kritis yang menentukan arah jangka pendek. Pasar kini menanti data ekonomi AS dan perkembangan kebijakan moneter sebagai katalis berikutnya, sambil mencermati apakah Bitcoin mampu mempertahankan level USD80.000 atau justru terpuruk lebih dalam.

One thought on “BTC Turun hingga USD81.000 di Tengah Gelombang Risk-Off Pasar Global”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *