BepahKupi Tembus Panama: Diplomasi Kopi Indonesia di Panggung World of Coffee 2026

ASIAWORLDVIEW – Pasar kopi global sangat kompetitif, dengan pemain-pemain mapan dari Brasil, Kolombia, Ethiopia, dan Vietnam yang telah lama menguasai pangsa pasar. BepahKupi ikut “mejeng” dalam ajang World of Coffee Panama 2026. INi menjadi momentum strategis bagi upaya memperluas jejak kopi Indonesia di pasar internasional.

Dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Panama City serta kolaborasi bersama Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), kehadiran BepahKupi di Indonesia Pavilion, Booth 1426. Bukan sekadar menjadi etalase produk, melainkan juga sarana diplomasi ekonomi yang memperkenalkan kekayaan cita rasa kopi Nusantara kepada pelaku industri global. Acara yang berlangsung pada 23 hingga 25 Oktober 2026 di Panama Convention Center, Panama City, mempertemukan eksportir, roaster, importir, hingga investor dari berbagai negara, sehingga membuka peluang besar bagi peningkatan ekspor, perluasan jaringan bisnis, dan pembangunan kemitraan jangka panjang.

“BepahKupi bisa hadir di World of Coffee, BepahKupi tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun narasi tentang Indonesia sebagai produsen kopi specialty yang mampu bersaing di segmen bernilai tinggi,” sebut Maulana Wiga, CEO BepahKupi sekaligus Ketua STARFINDO dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga: Dirty Latte, Minuman Kopi Teatrikal yang Sedang Populer

Perasaan bisa berada di Panama—sebuah negara yang selama ini lebih dikenal sebagai pusat logistik dan keuangan di Amerika Tengah—tentu bukan hal yang biasa bagi sebuah merek kopi Indonesia. Namun, di sinilah letak nilai strategisnya. Panama adalah gerbang menuju pasar Amerika Latin dan Karibia, kawasan yang konsumsi kopinya terus tumbuh seiring meningkatnya kelas menengah dan urbanisasi.

“Melalui pameran ini, BepahKupi membawa cerita tentang keberagaman daerah penghasil kopi Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, hingga Sulawesi, yang dikenal memiliki karakter rasa unik dan kualitas yang semakin diakui dunia,” ia menambahkan.

BepahKupi sendiri, ajang ini membuka akses langsung ke pembeli potensial, memungkinkan negosiasi kontrak ekspor, dan memperluas jaringan distribusi. selain itu, memperkuat branding kopi Indonesia secara kolektif—sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh satu merek saja.

“Kehadiran BepahKupi di panggung internasional World of Coffee juga mencerminkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi utama dunia yang mampu bersaing di segmen specialty coffee bernilai tinggi,” jelasnya.

Bagi petani di seluruh nusantara, peningkatan ekspor berarti permintaan yang lebih stabil, harga yang lebih baik, dan insentif untuk terus meningkatkan kualitas. Di tengah meningkatnya tren konsumsi kopi premium dan berkelanjutan di berbagai negara, partisipasi BepahKupi menjadi langkah penting untuk memperkuat branding kopi Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas unggulan yang melibatkan jutaan petani di seluruh nusantara.

Dukungan diplomatik melalui Kedutaan Besar RI di Panama City menjadi penting dalam hal ini—bukan hanya untuk memfasilitasi pertemuan bisnis, tetapi juga untuk membangun kepercayaan bahwa kopi Indonesia adalah mitra jangka panjang yang dapat diandalkan.

“Melalui ajang ini, BepahKupi tidak hanya menawarkan secangkir kopi, tetapi juga membawa semangat bahwa kopi Indonesia memiliki kualitas, cerita, dan potensi besar untuk terus menembus pasar global serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan kopi dunia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *