Bandara Kualanamu Kembali Normal Pasca Erupsi Sinabung

Gunung Sinabung

ASIAWORLDVIEW – Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, resmi kembali beroperasi normal hari ini, Jumat (4/9/2026), pasca sempat terdampak erupsi Gunung Sinabung. Kondisi penerbangan sudah sepenuhnya kondusif sejak 2 hingga 3 September lalu, setelah sempat terjadi penutupan sementara pada 1 September yang lalu.

Berdasarkan hasil pemantauan terkini dan pemeriksaan paper test yang dilakukan secara intensif oleh Kementerian Perhubungan sepanjang hari, dipastikan bahwa tidak ada lagi abu vulkanik yang terdeteksi di area bandara, terutama di sisi apron atau tempat parkir pesawat. Artinya, untuk hari ini, seluruh jadwal penerbangan reguler dari berbagai maskapai sudah kembali bergulir normal, dan Anda bisa bepergian tanpa khawatir akan penundaan atau pembatalan dadakan.

Memang, pada Senin (1/9) lalu, bandara sempat mengalami situasi darurat ketika awan abu vulkanik dari Gunung Sinabung terpantau mencapai ketinggian hingga 14.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot. Kejadian itu memaksa pihak pengelola mengeluarkan NOTAM A3250/26 dan menutup operasional sementara, yang mengakibatkan 45 penerbangan terpaksa dibatalkan dan sejumlah jadwal lainnya mengalami reschedule.

Keadaan kini sudah jauh berbeda. Kerjasama erat antara Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, seluruh maskapai penerbangan, serta Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin yang terus memantau pergerakan angin dan abu, berhasil membawa situasi kembali terkendali. NOTAM penutupan pun sudah resmi dicabut, menandakan bahwa area udara di sekitar Kualanamu dinyatakan aman untuk dilintasi.

Baca Juga: Peta Kekuatan Baru Penerbangan Asia: Indonesia Berada di Puncak, Kalahkan Thailand dan Vietnam

Meskipun cuaca dan arah angin yang dinamis tetap menjadi perhatian utama petugas untuk mengantisipasi potensi perubahan pola pergerakan abu di masa mendatang, Anda tak perlu risau untuk perjalanan hari ini. Pihak bandara dan maskapai terus melakukan pemantauan berkala secara ketat demi memastikan faktor keselamatan tetap menjadi prioritas nomor satu. 

Melakukan perjalanan dengan pesawat di tengah kabar bencana membutuhkan persiapan ekstra agar tetap aman. Kuncinya adalah menggabungkan disiplin mengikuti prosedur keselamatan penerbangan dengan kesiapan pribadi menghadapi kondisi darurat, baik di udara maupun di darat.

Bandara Kualanamu
Bandara Kualanamu

Persiapan Sebelum Terbang

  • Jangan abaikan instruksi pramugari sebelum lepas landas. Ketahui lokasi pintu darurat terdekat dan cara menggunakan peralatan keselamatan.
  • Bawa dokumen penting (paspor, KTP, asuransi perjalanan) dalam wadah kedap air, salinan digital di ponsel, serta kotak P3K mini berisi obat pribadi. Tambahkan senter/headlamp, power bank, air minum, dan makanan tinggi kalori.
  • Cek status bandara dan maskapai melalui situs resmi atau aplikasi, terutama jika bencana berdampak pada operasional penerbangan.

Saat di Pesawat

  • Kenakan sabuk pengaman setiap saat, bahkan ketika tanda sabuk sudah dimatikan, untuk mengantisipasi turbulensi mendadak.
  • Ikuti arahan awak kabin dengan tenang. Mereka dilatih menghadapi kondisi darurat dan akan memberi instruksi langkah demi langkah.
  • Jangan membawa barang saat evakuasi. Fokus pada keselamatan diri, karena koper atau tas bisa menghambat jalur keluar.
  • Gunakan masker oksigen dan jaket pelampung sesuai petunjuk. Pasang masker pada diri sendiri terlebih dahulu sebelum membantu orang lain.

Setelah Mendarat

  • Ikuti prosedur evakuasi bandara: Bandara biasanya memiliki jalur evakuasi khusus saat terjadi bencana seperti gempa atau erupsi.
  • Gunakan tas siaga untuk bertahan 24–72 jam jika akses logistik terganggu.
  • Tetap tenang dan waspada: Hindari kepanikan, ikuti arahan petugas, dan prioritaskan keselamatan diri serta keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *