ASIAWORLDVIEW – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk segera mengimplementasikan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dalam pidatonya di Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Ia menyampaikan bahwa Indonesia telah menyelesaikan proses ratifikasi melalui persetujuan parlemen dan penandatanganan peraturan presiden pada Juli 2026.
“Indonesia telah menyelesaikan persetujuan parlemen atas FTA ini dan pada Juli lalu, saya menandatangani peraturan presiden tentang ratifikasi,” kata Prabowo, dikutip Asia World View, Jumat (4/9/2026).
Prabowo mendorong negara-negara anggota EAEU—Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Rusia, serta Komisi Ekonomi Eurasia—untuk segera menuntaskan prosedur internal masing-masing agar perjanjian ini bisa berlaku penuh. FTA tersebut akan menghapus atau menurunkan bea masuk pada lebih dari 90 persen pos tarif.
Baca Juga: Prabowo Yakin Indonesia Jadi Gerbang 290 Juta Konsumen ke Pasar Eurasia
“Indonesia berkomitmen untuk segera menerapkan FTA yang ditandatangani pada Desember 2025 antara Indonesia dan anggota EAEU, yaitu Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Rusia, serta Komisi Ekonomi Eurasia,” ia menmabahkan.
Selain itu, membuka akses pasar bagi produsen Indonesia ke lima negara anggota EAEU, sekaligus memberi peluang bagi produsen Eurasia untuk menjangkau lebih dari 290 juta konsumen Indonesia. Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya sinergi antara dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF) sebagai jembatan penghubung pasar modal kedua negara.
Prabowo menekankan bahwa Indonesia ingin perjanjian ini berlaku dan dapat dimanfaatkan segera setelah pertukaran notifikasi memungkinkan. FTA ini merupakan arsitektur perdagangan selatan-selatan yang membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan akses kepada produsen Eurasia ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.
“Dengan hormat, saya mengajak setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya, sehingga kita dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin,” tambah Prabowo.
Melalui FTA ini, Indonesia dan EAEU berkomitmen untuk menghapuskan atau mengurangi bea masuk pada 11.882 pos tarif atau lebih dari 90 persen dari seluruh barang yang diperdagangkan antara kedua belah pihak, ujarnya.
Prabowo juga menyoroti bahwa delegasi bisnis Indonesia di Vladivostok telah menyelesaikan pengiriman percontohan, menentukan pembeli, mengamankan logistik, serta menyelesaikan pengaturan kepatuhan dan pembayaran yang memanfaatkan FTA ini.
