Yoga Mat Travel vs Matras Tebal Konvensional, Mana Pilihan Kamu?

Neosava, yoga mat.

ASIAWORLDVIEW – Saat melakukan yoga, banyak orang merasa malas membawa yoga mat tebal yang harus digulung karena ukurannya besar dan cukup berat. Matras jenis ini memang memberikan bantalan ekstra untuk kenyamanan sendi, tetapi dari sisi mobilitas jelas kurang praktis.

Membawa matras tebal ke studio atau ke luar rumah sering kali terasa merepotkan, apalagi jika harus naik kendaraan umum atau bepergian jauh. Inilah alasan mengapa yoga mat tipis atau travel mat menjadi solusi yang lebih disukai oleh praktisi yoga yang aktif dan mobile.

Melihat kondisi teresebut, Patricia Wang, founder Neosava, menciptakan kreasi unik, yoga mat travel atau lipat. Jadi, mudah dimasukkan ke dalam tas tanpa memakan banyak ruang.

“Aku juga penyukai olahraga yoga, jadi terkadang suka malas menggulung yoga mat tebal, lalu dibawa kemana-mana. Dengan yoga mat travel ini., bobotnya ringan, sehingga tidak menambah beban saat dibawa bepergian,” ia menjelaskan dalam media gathering eksklusif bersama Shopee di Jakarta.

Baca Juga: Kegiatan Yoga Bersama Jadi Kunci Hilangkan Stres Oksidatif

Meski tidak setebal matras konvensional, yoga mat travel ini dibuat dengan desain anti-slip dan material fleksibel tetap menjaga stabilitas saat melakukan pose. Dengan begitu, pengguna tetap bisa berlatih dengan nyaman tanpa harus repot membawa gulungan besar.

“Perbedaan ini menegaskan bahwa pilihan matras sangat bergantung pada gaya hidup: mereka yang lebih sering berlatih di satu tempat mungkin memilih matras tebal untuk kenyamanan maksimal, sementara mereka yang dinamis dan sering berpindah lokasi akan lebih terbantu dengan matras tipis yang ringkas dan portabel,” ia menambahkan.

Neosava juga memiliki yoga mat tebal yang dirancang untuk latihan yang lebih intensif dan fokus pada kenyamanan maksimal. Karena memiliki bantalan ekstra, matras ini memberikan perlindungan lebih bagi sendi, terutama saat melakukan pose yang menekan lutut atau pergelangan tangan.

Namun, karena ukurannya lebih besar dan tidak bisa dilipat, yoga mat tebal harus digulung untuk penyimpanan maupun transportasi. Varian ini lebih cocok digunakan di studio atau di rumah, di mana pengguna mengutamakan kenyamanan dan stabilitas jangka panjang dibandingkan portabilitas.

“Dengan menghadirkan dua pilihan ini, Neosava berhasil menjawab kebutuhan berbeda para praktisi yoga: fleksibilitas bagi mereka yang mobile, dan kenyamanan bagi mereka yang berlatih secara rutin di satu tempat. Kedua varian tetap mempertahankan ciri khas Neosava, yaitu desain unik, material ramah lingkungan, dan estetika modern yang menjadikan yoga mat bukan sekadar alat olahraga, melainkan bagian dari gaya hidup mindful dan stylish,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *