ASIAWORLDVIEW – ICX 2026 Surabaya sukses dihelat akhir pekan. Acara ini hadir sebagai ajang strategis yang secara menyeluruh mempertemukan dan memperkuat seluruh rantai nilai ekosistem kopi Indonesia, mulai dari hulu hingga hilir, dalam satu wadah kolaboratif yang belum pernah terjadi di Jawa Timur sebelumnya.
“Pameran kopi berskala internasional ini tidak sekadar menjadi etalase produk, melainkan menjelma menjadi simpul pertemuan langsung antara petani kopi dari berbagai sentra produksi di Nusantara, seperti Gayo, Kintamani, Toraja, dan tentu saja kawasan Jawa Timur sendiri, termasuk Ijen, Malang, Jember,” sebut Sekretaris Jenderal Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Gusti Laksamana.
Ruang pameran yang luas, para petani dapat mempresentasikan biji hijau specialty mereka di hadapan pembeli domestik dan mancanegara melalui sesi cupping dan business matching yang difasilitasi oleh penyelenggara. Alhasil terbuka akses pasar langsung yang mampu memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini sering merugikan produsen kecil.
Baca Juga: 6 Juta Gelas Terjual, Bisnis Kopi Gerobak Sukses Buka Ribuan Lapangan Kerja
Di saat yang sama, ekosistem pengetahuan juga bergerak dinamis melalui rangkaian konferensi, lokakarya, dan forum diskusi yang menghadirkan pakar agronomi, sertifikasi keberlanjutan, pemrosesan pascapanen, serta tren konsumsi global. Barista profesional dan pemilik kafe bisa saling berbagi teknik penyeduhan terkini, strategi membangun pengalaman pelanggan, sekaligus menemukan profil rasa unik dari mikro-lot yang dipamerkan.
Kompetisi nasional seperti Indonesia Barista Championship dan Brewers Cup yang dihelat di lokasi tidak hanya menjadi panggung unjuk kebolehan, tetapi juga mempertemukan talenta muda dengan mentor, sponsor alat, dan peluang karier di industri specialty coffee.
Sisi edukasi konsumen pun tidak diabaikan: pengunjung awam diajak mengeksplorasi asal-usul kopi melalui sesi storytelling langsung dari petani, mencicipi perbedaan varietas dan metode olah, sehingga tercipta apresiasi yang lebih dalam terhadap nilai secangkir kopi.
ICX 2026 Surabaya sengaja memilih lokasi di kota pahlawan sebagai pusat logistik dan perdagangan yang dekat dengan kawasan produksi kopi utama di Jawa Timur, mempertegas posisinya sebagai jembatan antara kawasan barat dan timur Indonesia. Ekosistem kopi yang dipertemukan di sini tidak hanya mencakup manusia, tetapi juga inovasi teknologi, seperti mesin sangrai hemat energi, sistem traceability berbasis blockchain yang diperkenalkan oleh startup agritech, serta solusi pengemasan ramah lingkungan yang didorong oleh prinsip ekonomi sirkular.
