ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin, Selasa (2/6/2026), menunjukkan tren konsolidasi setelah reli besar di awal tahun. Harga Bitcoin berada di kisaran sekitar USD 73.630–75.000, setelah terkoreksi tipis 0,36% dalam 24 jam terakhir. Secara mingguan turun 4,12%, bulanan melemah 4,66%, dan Year-to-Date (YtD) anjlok 16,84%
Secara mingguan, Bitcoin terkoreksi sekitar 4,12%, sementara sepanjang Mei 2026 mengalami penurunan 4,66%. Jika dilihat dari awal tahun, performa Year-to-Date (YtD) mencatat penurunan cukup signifikan sebesar 16,84%. Kondisi ini mencerminkan fase penyesuaian pasar setelah lonjakan harga sebelumnya, di mana investor cenderung melakukan aksi ambil untung.
Faktor musiman juga berperan penting: bulan Juni secara historis memang menjadi periode yang sulit bagi Bitcoin, dengan rata-rata imbal hasil hanya sekitar 0,7% dalam satu dekade terakhir. Selain itu, ketidakpastian global terkait arah kebijakan suku bunga dan kondisi ekonomi dunia membuat sebagian investor lebih berhati-hati, mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.
Baca Juga: Bitcoin dan Ether Turun di Tengah Pasar Makro Menguat
Namun, di sisi lain, adanya produk investasi baru seperti kontrak berjangka kripto perpetual di AS dan peluncuran kontrak indeks kripto Nasdaq CME diperkirakan akan meningkatkan likuiditas serta menarik minat investor institusi, sehingga memberi dukungan jangka panjang bagi pasar.
Dari sisi sentimen, tekanan jual mulai melemah karena suplai Bitcoin di bursa menurun, sementara jumlah pemegang jangka panjang meningkat. Indikator teknikal juga menunjukkan bahwa Bitcoin mulai memasuki area oversold, yang biasanya menjadi sinyal potensi pemulihan harga.
Meski begitu, beberapa analis memperingatkan adanya eksodus institusi dari ETF kripto serta distribusi besar oleh whale, yang bisa memicu risiko crash jika tekanan berlanjut. Dengan demikian, kondisi pasar saat ini berada di persimpangan: jangka pendek masih penuh volatilitas, tetapi prospek jangka panjang tetap positif berkat dukungan investor besar dan inovasi produk keuangan baru.
