ASIAWORLDVIEW – Pulau Bali mengalami pemadaman listrik massal pada 2 Mei 2025 sekitar pukul 16.00 WITA. Kejadian ini menyebabkan gangguan besar di berbagai sektor, termasuk perkantoran, restoran, dan lalu lintas.
Indikasi awal menunjukkan gangguan pada kabel bawah laut Jawa-Bali yang menyebabkan seluruh pembangkit listrik di Bali terhenti. Wilayah terdampak meliputi Denpasar, Badung, Jembrana, Karangasem, dan Buleleng. Lampu lalu lintas padam, menyebabkan kemacetan.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyerukan upaya untuk mencapai kemandirian energi di Bali. Selain itu, perlu adanya pengembangan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik dari luar pulau.
Wakil Ketua Phri Bali I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengatakan insiden itu menggarisbawahi kebutuhan mendesak bagi Bali untuk menetapkan sumber -sumber energi yang andal.
Baca Juga: Canggih, Halte Bus di Bali Dibangun dengan Teknologi Pencetakan 3D
“Kami sangat berharap pemerintah provinsi Bali dapat mewujudkan swasembada energi sesegera mungkin. Situasi seperti ini sangat berisiko bagi wilayah yang digerakkan oleh pariwisata seperti Bali,” katanya pada hari Minggu (4/5/2025).
PLN berhasil memulihkan pasokan listrik dalam waktu kurang dari 12 jam, dan pada 3 Mei 2025 pukul 03.30 WITA, listrik kembali normal. PLN masih menyelidiki penyebab pasti pemadaman, tetapi indikasi awal menunjukkan gangguan pada PLTU Celukan Bawang Unit 2.
Ketergantungan besar Bali pada listrik yang dipasok dari Pulau Jawa menimbulkan kerentanan kritis. Pemadaman telah menimbulkan kekhawatiran di antara para pemangku kepentingan pariwisata, terutama di dalam sektor hotel dan restoran, karena tingkat hunian saat ini melayang antara 60 dan 70 persen dari 160.000 kamar di pulau itu.
Selain mendorong independensi energi, FRI juga mendesak perusahaan listrik negara PLN untuk mengintensifkan upaya pemeliharaan infrastrukturnya. Agung Rai mencatat bahwa tidak ada pemadaman skala ini yang terjadi dalam lima tahun terakhir, menyoroti perlunya inspeksi rutin dan pemeliharaan preventif.
“PLN harus melakukan pemeliharaan setiap hari, mingguan, dan bulanan untuk mencegah gangguan seperti ini,” tambahnya.
