PK Entertainment Bangun Ekosistem Kreatif Hiburan Indonesia

Harry Sudarma, Co-Founder dan COO PK Entertainment Group.

ASIAWORLDVIEW – Pasar hiburan telah berubah secara fundamental, tidak bisa lagi hanya mengandalkan satu sumber pendapatan. Apalagi terdapat perubahan besar pada perilaku konsumen terutama dari generasi Z dan milenial. Kini, audiens tidak lagi sekadar mencari hiburan sesaat, melainkan mendambakan pengalaman yang lebih personal, imersif, dan berbasis komunitas.

Populasi Asia Tenggara didominasi oleh generasi muda. Gen Z dan milenial pun semakin mengutamakan pengeluaran untuk pengalaman hiburan seperti konser dan festival dibandingkan dengan kepemilikan barang. Pasar live entertainment di Asia Tenggara diproyeksikan mencapai USD 770 juta pada 2028, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar konser terbesar di regional.

Harry Sudarma, Co-Founder dan COO PK Entertainment Group dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/5/2026), PK Entertainment Group yang berdiri sejak tahun 2015, awalnya mereka dikenal sukses sebagai promotor konser besar, namun seiring waktu, mereka melihat

“Masa depan industri hiburan akan dimiliki oleh ekosistem yang terintegrasi, bukan bisnis yang berdiri sendiri. Oleh karena itu, untuk tetap relevan dan bertahan dalam jangka panjang, mereka memutuskan untuk bertransformasi dengan membangun sebuah ekosistem kreatif yang utuh, yang tidak hanya mencakup konser, tetapi juga musik, film, investasi strategis, hingga kolaborasi kreatif secara regional,” ia mengatakan.

Baca Juga: Entertainment District Terbentang di Lahan 4 Hektare, Pusat Hiburan Terbesar di Kawasan Jakarta

Keterlibatan audiens juga terus berkembang di berbagai sektor kreatif lainnya. Di Indonesia, tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) industri perfilman sebesar 9,9%, didorong oleh film lokal yang kini menguasai 65% pangsa box office domestik. Selain menonton film, kebutuhan masyarakat terhadap interaksi langsung terus meningkat seiring dengan konsumen yang kini semakin memilih pengalaman offline dan imersif.

Perubahan perilaku ini diproyeksikan akan mendorong pertumbuhan sektor experiential marketing di Asia Tenggara dari USD 1,2 miliar pada 2025 menjadi USD 3,8 miliar pada 2034. Perkembangan ini membuka peluang bagi perusahaan hiburan untuk bergerak melampaui model bisnis single-format dan membangun ekosistem terintegrasi yang mampu menjangkau audiens melalui berbagai bentuk pengalaman budaya dan hiburan.

“PK Entertainment Group kini bergerak melampaui peran sebagai penyelenggara konser dan event untuk menjadi salah satu penggerak dalam membangun infrastruktur ekonomi kreatif Indonesia. Kami ingin membangun ekosistem yang dapat tumbuh bersama konsumennya,” ia menambahkan.