Ragam Kolak yang Jadi Takjil Favorit saat Buka Puasa

Biji salak.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Kolak menjadi salah satu menu paling populer untuk berbuka puasa. Hal itu karena memiliki perpaduan rasa manis dan gurih yang mampu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Kandungan gula merah memberikan energi cepat. Sementara santan dan bahan tambahan seperti pisang, ubi, atau kolang-kaling membuatnya lebih mengenyangkan.

Mengutip buku Kolak & Es Campur, 35 Resep Pilihan Sisca Soewitomo kolak yang paling populer di Indonesia umumnya adalah kolak pisang, karena rasanya manis legit dan teksturnya lembut sehingga cocok sebagai takjil buka puasa.

Selain itu, kolak ubi juga banyak digemari karena memberikan rasa kenyang lebih lama. Ada pula variasi lain seperti kolak singkong, kolak kolang-kaling.

Baca Juga: Berbuka Puasa dengan Bijak, Seimbangkan Asupan Gula dan Nutrisi

Kolak pisang, makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat untuk berbuka puasa.(freepik)
Kolak pisang, makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat untuk berbuka puasa.(freepik)

Kolak mudah dibuat dengan bahan sederhana yang banyak tersedia di rumah, sehingga praktis untuk disajikan setiap hari selama Ramadan. Tradisi menyajikan kolak juga sudah mengakar kuat di masyarakat Indonesia, menjadikannya takjil khas yang identik dengan momen buka puasa.

Setiap jenis kolak biasanya menggunakan kuah santan dan gula merah sebagai dasar. Namun isian utamanya berbeda-beda sesuai selera dan tradisi daerah.

Selain kolak pisang, ada juga kolak ubi ungu, kolak biji salak (terbuat dari adonan tepung ketan berbentuk bulat kecil), serta kolak nangka yang harum dan manis. Di beberapa daerah, muncul variasi unik seperti kolak waluh (labu kuning), kolak durian, hingga kolak ayam khas Bugis yang menggunakan daging ayam dengan kuah santan manis.

Di Aceh, dikenal bulukat kuah tuhe, yaitu ketan dengan kuah santan manis. Semua jenis kolak ini memiliki ciri khas kuah santan berpadu gula merah, namun isiannya berbeda-beda sesuai tradisi lokal. Ragam kolak tersebut menjadikan hidangan ini bukan hanya takjil Ramadan, tetapi juga simbol keragaman kuliner Indonesia.

Ragam pilihan ini membuat kolak tidak hanya sekadar hidangan manis, tetapi juga mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara yang selalu hadir di bulan Ramadan.