Kepala Dinas PPKUKM DKI Sebut JITEX 2026 Jadi Katalis Ekonomi Global Jakarta

ASIAWORLDVIEW – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo ikut membuka Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SME Expo atau JITEX 2026 resmi dibuka, Kamis (17/9/2026). Ia menegaskan kegiatan ini diposisikan sebagai katalis pertumbuhan ekonomi Jakarta yang berorientasi global, bukan sekadar agenda tahunan yang berhenti pada seremoni pembukaan.

“JITEX 2026 bukanlah pameran dagang biasa, melainkan wadah strategis untuk memperkuat posisi UMKM, startup, dan pelaku industri kreatif agar mampu menembus pasar internasional,” ia menambahkan.

Menurut Elisabeth, keberadaan Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional tidak cukup hanya diukur dari besarnya anggaran atau jumlah penduduk, tetapi dari sejauh mana pelaku usaha lokal mampu terhubung dengan rantai nilai global. Di sinilah JITEX memainkan peran krusial. Ini menjadi ruang pertemuan antara produsen lokal dan pembeli internasional, antara startup dengan modal ventura, serta antara industri kreatif dengan distributor lintas negara.

“Dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada fasilitasi acara, tetapi juga mencakup pendampingan regulasi, akses pembiayaan, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok global. Artinya, JITEX bukan hanya panggung untuk memamerkan produk, tetapi juga ekosistem yang menyiapkan pelaku usaha agar mampu bersaing secara berkelanjutan,” ia menambahkan.

Baca Juga: Rano Karno: JITEX 2026 Harus Jadi Motor Pertumbuhan Global Jakarta

JITEX, dengan menghadirkan investor, pelaku usaha lintas sektor, dan mitra internasional, dipandang sebagai momentum untuk memperlihatkan kesiapan Jakarta menjadi hub perdagangan global. Ia menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini harus diukur dari tindak lanjut konkret—mulai dari kontrak dagang yang terealisasi, kolaborasi teknologi yang berlanjut, hingga peningkatan ekspor produk lokal.

Ia mendorong adanya sistem evaluasi yang transparan, melibatkan Dinas PPKUKM, Kamar Dagang dan Industri, serta mitra internasional. Langkah ini untuk memastikan bahwa setiap pertemuan bisnis menghasilkan nilai tambah yang terukur.

“JITEX tidak hanya menjadi simbol keterbukaan Jakarta terhadap dunia, tetapi juga bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendorong UMKM dan industri kreatif naik kelas di panggung internasional,” tambahnya.

Lebih jauh, Elisabeth menyoroti bahwa globalisasi bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Jakarta, dengan posisinya sebagai pusat keuangan terbesar di Indonesia, memiliki modal untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam diplomasi ekonomi kota. JITEX dapat menjadi wajah keterbukaan tersebut: sebuah panggung di mana budaya dan bisnis berjalan berdampingan. Pameran produk kreatif, pertunjukan seni, dan forum diskusi tentang tren global bisa menjadi bagian dari ekosistem, sehingga diplomasi ekonomi dan budaya berjalan simultan.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global, di mana kota-kota seperti Singapura, Dubai, dan Seoul membangun daya tarik internasional bukan hanya melalui insentif fiskal, tetapi juga melalui identitas budaya dan ekosistem inovasi yang kuat. Dengan kata lain, JITEX bukan hanya tentang menjual produk, tetapi tentang membangun narasi bahwa Jakarta adalah kota yang terbuka, inovatif, dan siap berkolaborasi dengan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *